Adik Aniaya Kakak, Kejari Indramayu Terapkan Pendekatan Restoratif

Indramayu, PONTAS.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu lakukan upaya keadilan restoratif perdana terhadap perkara pidana kekerasan fisik yang dilakukan oleh adik kepada kakak kandungnya sendiri.

Kegiatan tersebut berlangsung di aula Kejari Indramayu, Jumat 21 Mei 2021.

Peristiwa pemukulan yang terjadi pada 3 April 2021, sekitar pukul 03.00 WIB itu bermula saat tersangka W (26), pemuda asal Desa Eretan Kulon pulang kerumah, kemudian cekcok mulut dengan kakak kandungnya, yakni Casmirah (30), hingga saling dorong, dan akhirnya W memukul kepala korban hingga berdarah.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Indramayu, M Ichsan menjelaskan, akibat perbuatannya tersangka diamankan pihak kepolisian.

“Perkara tersebut dilimpahkan ke Kejari Indramayu, dan berdasarkan pendapat Jaksa Penuntut Umum (JPU), atas perkara tersebut dilakukan pendekatan keadilan restoratif,” jelasnya.

M Ichsan juga menuturkan, keadilan restoratif yang dilaksanakan berdasarkan petunjuk pimpinan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturakejaksaan No 15 tahun 2020 yakni, suatu penyelesaian perkara pidana dengan melibatkan pelaku, korban, dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dan menekankan pada pemulihan kembali pada keadaan semula dan bukan sebagai pembalasan.

Sebagai informasi, peraturan Jaksa Agung (Perja) No 15 tahun 2020 juga menjelaskan bahwa, keadilan restoratif hanya dapat diterapkan terhadap perkara-perkara yang memenuhi kualifikasi, tidak pula dapat diterapkan terhadap seluruh perkara pidana.

Ichsan juga menambahkan, bahwa tersangka belum terlepas dari jerat hukum, maka keadilan restoratif yang telah dilakukan akan terus dilaporkan perkembangannya kepada pimpinan secara bertahap.

Casmirah sebagai saksi korban sekaligus kakak kandung korban menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang memfasilitasi terlaksana upaya perdamaian.

“Semoga perkara atas adik kandung saya cukup sampai di sini, saya sudah memaafkan lahir batin. Semoga ini menjadi pelajaran berharga untuk saya dan keluarga,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, terlihat hadir Penjabat Kepala Desa Eretan Kulon, Kusuma Wijaya, didampingi beberapa perwakilan masyarakat yang turut menyaksikan pelaksanaan restoratif dan penandatanganan kesepakatan musyawarah perdamaian.

Dirinya menyambut baik dan mengapresiasi seluruh pihak, karena sebenarnya perkara tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan dan sudah dilakukan upaya pencabutan laporan.

“Kami berharap, tersangka diberi kesempatan untuk dapat melakukan pembinaan agar menjadi lebih baik lagi dan upaya perdamaian ini dapat dikabulkan sehingga tidak perlu diproses lagi,” ucapnya.

Pelaksanaan keadilan restoratif ditutup dengan penandatangan berita acara kesepakatan perdamaian tanpa syarat antara pelaku dan korban, dengan disaksikan oleh para tokoh masyarakat dan penyidik Polsek Kandanghaur serta JPU pada Kejari Indramayu selaku fasilitator.

Penulis: Cartono
Editor: Fajar Virgyawan Cahya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here