Arus Balik, Satgas Covid-19 Perketat Pengawasan Pemudik dari Sumatera

Jakarta, PONTAS.ID – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 akan memperketat pemeriksaan dokumen perjalanan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung bagi pemudik yang kembali dari Sumatera. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi mobilitas penduduk menyusul terbitnya Surat Kepala Satgas Covid-19 tentang Antisipasi Perjalanan Masyarakat pada Arus Balik Idul Fitri 2021.

“Karena ada peningkatan eskalasi kasus positif Covid-19 di hampir semua provinsi di Sumatera maka Satgas meminta kepada semua gubernur yang mengambil tindakan atau langkah mencegah peningkatan kasus positif Covid-19,” kata Juru bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, melalui konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (13/5/2021).

Pemerintah daerah khususnya di Sumatera wajib melakukan pemeriksaan secara teliti terhadap dokumen perjalanan seperti hasil tes PCR maupun tes cepat atau rapid test antigen dan GeNose dari pelaku perjalanan.

Wiku menegaskan bahwa siapa pun pelaku perjalanan yang tidak sehat dan tidak mampu menunjukkan dokumen yang diperlukan maka diwajibkan memutar balik dan tidak boleh melanjutkan perjalanan.

“Demi memaksimalka pelaksanaan diterapkan mekanisme testing tambahan dengan metode rapid test antigen di Pelabuhan Bakauheni sebagai perbatasan Pulau Sumatera dan Jawa,” kata Wiku.

Satgas Covid-19 di Lampung harus membentuk satgas khusus yang bertugas melakukan pemeriksaan seluruh dokumen dan berhak melarang yang tidak memenuhi syarat untuk menyeberang ke Jawa.

Sebagai informasi, pada Mei 2021 terdapat empat provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 daerah dengan kasus baru terbanyak.

Sementara, selama kurun pelarangan mudik diberlakukan, berbagai upaya dilakukan pemudik untuk lolos dari penyekatan meskipun ratusan ribu kendaraan berhasil diputarbalik.

Beberapa kali rombongan pemudik bermotor juga berupaya menjebol pos penyekatan di Bekasi dan Karawang, mereka sengaja menolak kebijakan larangan mudik.

Angka mengejutkan dilaporkan Pemerintah karena dari 6.742 tes acak, didapatkan konfirmasi positif sebanyak 4.123 orang atau persentase 61,2 persen.

Sebanyak 1.686 orang yang terbukti positif itu di antaranya langsung menjalani isolasi mandiri karena tanpa gejala, sementara 75 orang yang bergelaja dirawat di rumah sakit.

Hampir semua desa tujuan mudik sudah bersiaga dan kembali melakukan cek ulang tes antigen dan beberapa di antaranya diketahui membawa virus corona sehingga dilakukan karantina.

Penulis: Ahmad Rahmansyah
Editor: Rahmat Mauliady

Previous articlePresiden Jokowi Salat Ied di Istana Bogor
Next articlePantau Arus Mudik, Menhub Cek Pergerakan Penumpang di Kali Adem