Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Lebaran, Walikota Jakut Tegaskan Hal Ini!

Jakarta, PONTAS.ID – Berbagai langkah pencegahan terus dilakukan pemerintah untuk menekan terjadinya lonjakan kasus Covid-19 usai libur lebaran. Seperti halnya, larangan mudik lebaran, takbiran keliling, open house atau halal bihalal di kantor atau komunitas dan lainnya.

Maka dari itu, Walikota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim menegaskan, jangan sampai kasus Covid-19 landai di bulan puasa dan meledak usai lebaran. “Pandemi Covid-19 sudah setahun lebih terjadi dan kita harus menyesuaikan diri dengan ketentuan protokol kesehatan sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” tegasnya saat acara silaturahmi Forkopimko Jakarta Utara dengan para ulama dan tokoh masyarakat yang dilakukan secara virtual di Ruang Fatahillah, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Senin (10/5/2021),

Tahun ini, lanjut Ali, pelaksanaan salat Idul Fitri diperbolehkan dengan penerapan ketat protokol kesehatan COVID-19. “Maksimal 50 persen dari kapasitas masjid atau lapangan yang menjadi lokasi alternatif pelaksanaan salat id. Kemudian masker tetap dipakai, tidak ada salam-salaman, jaga jarak, hindari kerumunan dan lainnya,” jelasnya.

Ia menuturkan, protokol kesehatan bukan untuk menyulitkan tapi untuk menyelamatkan semuanya dari bahaya Covid-19. “Apabila kapasitas masjid tidak memungkinkan maka harus disiapkan lokasi pengalihannya. Kalau ada masjid yang dekat lapangan silahkan digunakan agar jamaah salat id tertampung dan sesuai dengan aturan protokol kesehatan,” tutur Ali.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak para ulama dan tokoh masyarakat untuk ikut mensosialisasikan penerapan kebijakan protokol kesehatan saat perayaan Idul Fitri 1442 H. “Semua harus saling menjaga agar tidak memicu peningkatan kasus Covid-19. Tetap bisa silaturahmi dengan menggunakan video call atau aplikasi lainnya,” tutupnya.

Penulis: Suwarto
Editor: Ahmad Rahmansyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here