Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir ,melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PLN (Persero) menunjuk Ardan Adiperdana sebagai Komisaris PLN.
Sebelumnya, Ardan merupakan komisaris PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Masa jabatannya 5 tahun sebagai komisaris habis tahun ini. Per Senin (15/3/2021) lalu, Ardan digantikan oleh Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh.
Ardan merupakan mantan Kepala BPKP. Saat ini dia menjabat sebagai Staf Khusus I Menteri BUMN. Jabatan itu diembannya sejak Selasa (26/1/2021).
Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, Agung Murfidi, mengatakan, dengan pengalaman dan keahlian Komisaris baru di bidang pengawasan Keuangan dan reformasi birokrasi, PLN optimistis program Transformasi yang dicanangkan sejak April 2020 lalu akan berjalan sesuai arah.
“Sehingga visi perusahaan untuk menjadi perusahaan energi terbaik di Asia Tenggara akan dapat tercapai,” kata Agung, dalam keterangan resminya, Jumat (19/3/2021).
Dengan hadirnya Ardan Adiperdana, maka susunan komisaris PLN pun berubah dengan daftar sebagai berikut:
- Komisaris Utama dan Komisaris Independen: Amien Sunaryadi
- Wakil Komisaris Utama: Suahasil Nazara
- Komisaris Independen: Deden Juhara
- Komisaris Independen: Murtaqi Syamsudin
- Komisaris: Ilya Avianti
- Komisaris: Rida Mulyana
- Komisaris: Mohamad Ikhsan
- Komisaris: Dudy Purwaghandi
- Komisaris: Ardan Adiperdana
- Komisaris: Mohammad Rudy Salahudin
- Komisaris: Eko Sulistyo.
Penulis: Rahmat Mauliady
Editor: Riana



























