Jakarta, PONTAS.ID – PT PLN (Persero) memprediksi pertumbuhan permintaan listrik pada tahun ini akan negatif.
Direktur Human Capital Management PLN, Syofvi F. Roekman, mengatakan, dalam rencana awal, perusahaan manargetkan penjualan listrik dapat tumbuh 4,55 persen.Namun kata dia, rencana kerja ini sulit dicapai dalam waktu dekat mengingat pandemi Covid-19 berdampak pada konsumsi listrik.
“Dengan kondisi Covid ini tidak hanya PLN yang hadapi penurunan demand yang cukup signifikan tetapi hampir semua utility in the worldwide alami itu,” tuturnya, Rabu (3/6/2020).
Syofvi bilang, PLN telah menyiapkan tiga skenario recovery pasca-pandemi. Skenario itu meliputi skenario optimis, menengah, dan pesimis. Adapun, terkait kondisi saat ini, skenario yang akan diambil yakni skenario menengah.
“Kemungkinan kita ambil skenario menengah dengan kondisi ini, Pertumbuhan demand tahun ini akan negatif,” tandasnya.
Lalu, terkait pandemi saat ini, sambungnya, PLN menyiapkan new normal dalam menjalankan bisnisnya. Pihak PLN, menurutnya, terus melakukan evaluasi terkait hal ini, karena penerpaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masing-masing daerah berbeda.
“Dalam satu daerah pelonggaran PSBB, maka new normal bisa dilakukan. Kita terus lakukan monitoring dan evaluasi,” tuturnya.
Meski menerapkan new normal, tapi bagi karyawan yang rentan masih diperbolehkan untuk WFH. Selain itu, bagi karyawan yang dalam keadaan tidak sehat juga diperbolehkan.
“Yang penting bahwa ruang kerja harus sangat diperhatikan, alat pelindung harus diperhatikan. Kita lakukan protokol new normal,” pungkasnya.
Penulis: Riana
Editor: Stevanny




























