Anak Usaha PGN Salurkan Gaslink Lewat ‘CNG Cylinder’

Ilustrasi jaringan distribusi gas milik PGN

Jakarta, PONTAS.ID – PT Gagas Energi Indonesia (Gagas), anak usaha PT PGN Tbk (PGAS) memperkenalkan skema penyaluran Compressed Natural Gas (CNG) baru kepada pelanggan. Gagas memperkenalkan sistem Ganti Tabung atau dikenal dengan C-Cyl yang merupakan singkatan dari CNG Cylinder.

Direktur Utama Gagas Energi, Muhammad Hardiansyah, menuturkan, sebelumnya sistem penyaluran gas bumi melalui CNG untuk sektor industri dan komersial atau dikenal dengan Gaslink dilakukan dengan menyalurkan gas dari Gas Transport Module (GTM) ke peralatan penurunan tekanan, yang dilengkapi dengan storage gas atau Pressure Reduction System (PRS) di lokasi pelanggan.

Kini, Gagas memperkenalkan C-Cyl, yang merupakan hasil inovasi sekaligus sebagai respon dan bentuk adaptasi perusahaan di masa pandemi. Hardiansyah mengatakan, sistem ini menjadi jawaban bagi calon pelanggan yang ingin menggunakan Gaslink, tetapi terkendala kebutuhan gas bumi yang relatif masih kecil dan atau memiliki lahan usaha yang terbatas.

Sebagai bagian dari subholding gas BUMN, Gagas pun melihat pentingnya peranan UMKM dalam menopang kegiatan di sektor riil. Selain memiliki ketahanan yang lebih baik, UMKM juga berperan penting dalam proses pemulihan ekonomi pasca pandemi.

“Oleh karena itu, inovasi C-Cyl ini diharapkan bisa memberikan dukungan ke sektor UMKM yang masih menggunakan bahan bakar lain untuk beralih ke energi baik gas bumi yang lebih efisien, aman, ramah lingkungan dan fleksibel dengan kontrak volume pemakaian minimum yang lebih rendah” kata Hardiansyah, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (27/2/2021).

Bekerja sama dengan PT Unogas Teknologi Indonesia, skema penyaluran gas pada C-Cyl menggunakan tabung berisikan CNG seberat 20 kg-50 kg yang dapat disimpan dan diganti sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Sama halnya dengan pelanggan Gaslink yang menggunakan skema penyaluran menggunakan GTM dan PRS, untuk menjaga keamanan penggunaan gas maka proses penggantian tabung akan tetap dilakukan oleh petugas. Selanjutnya tabung-tabung yang kosong akan diisi ulang di SPBG terdekat dari lokasi pelanggan.

Adapun yang membedakan Gaslink sistem C-Cyl dengan skema ganti tabung pada umumnya adalah proses perhitungan pemakaian gas serta proses pembayaran oleh pelanggan. Sistem C-Cyl hanya akan memperhitungkan pemakaian pelanggan sesuai dengan jumlah gas yang mereka pakai.

Perhitungan jumlah pemakaian gas dapat diperoleh melalui penimbangan masing-masing tabung yang akan digunakan oleh pelanggan di awal kedatangan tabung-tabung tersebut. Sedangkan untuk proses pembayaran pelanggan dengan skema C-Cyl akan mendapatkan tagihan setiap bulan, sesuai dengan jumlah gas yang telah dipakai.

“Jadi, sesuai dengan kampanye penggunaan Gaslink yang selama ini diperkenalkan oleh Gagas, cukup Bayar Yang Anda Gunakan,” ungkap Hardiansyah.

Pelanggan dikenakan perhitungan pembayaran pemakaian gas per bulan sebesar jumlah gas terpakai dikalikan dengan harga gas yang berlaku.

“Dengan segala fasilitas yang ada pada C-Cyl, pada prinsipnya inovasi yang upayakan oleh Gagas ditargetkan agar seluruh pelanggan mendapatkan kemudahan dan kenyamanan dalam menggunakan GasLink,” tandas Hardiansyah.

Penulis: Riana

Editor: Rahmat Mauliady

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here