Jakarta,PONTAS.ID – Dalam rangka mencegah hama penyakit hewan berbahaya, Karantina Pertanian Biak memeriksa Kondisi 10 Ekor Babi yang akan diberangkatkan ke Nabire. Hal ini disampaikan oleh Pejabat Karantina Pertanian Biak, Imelda Kartini pada Senin (4/1/2020).
“Kami telah periksa semua babi tersebut. Keadaannya sehat dan tidak ditemukan gejala serta tanda serangan hama penyakit hewan berbahaya,” ujar Imelda
Dikatakannya, Pihaknya melakukan pemerikssaan lantaran babi-babi tersebut akan langsung dikembangbiakan menjadi indukan dan ada juga yang dipotong untuk untuk dikonsumsi.
“Sampai di Nabire, nasib rombongan babi tersebut akan berbeda-beda. Ada yang akan dikembangbiakan sebagai indukan, hingga langsung dipotong sebagai santapan,” imbuhnya
Sebab itu, Sebelum dikirim, rombongan babi tersebut harus dipastikan sehat oleh Pejabat Karantina Pertanian Biak.
“Setelah dipastikan sehat dan diterbitkan sertifikat kesehatannya, maka rombongan babi siap dikirim ke Nabire,” tandasnya
Sebagai informasi, Menurut Barantan Biak, Babi itu magis di Papua. Bukan sekedar hewan peliharaan, babi mengandung nilai tukar yang tinggi disini. Mulai sebagai mahar perkawinan, alat pembayaran denda adat, hingga hidangan utama dalam setiap acara adat suku Papua. jadi saat nanti kalian berkunjung ke Papua, jangan heran jika melihat derajat babi lebih tinggi dari kucing disini. kalian akan sering melihat babi berkeliaran di jalanan, hingga digendong mesra oleh majikannya.
Penulis: Rahmat Mauliady
Editor: Pahala Simanjuntak



























