Jakarta, PONTAS.ID – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) mengaku optimis akan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. hal ini diungkapkannya saat menghadiri acara High Level Panel for a Sustainable Ocean Economy (HLP SOE) atau panel laut yang digelar secara Virtual bersama 14 Negara.
“Kami berkomitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, dengan menganut motto Jalesveva Jayamahe, di Laut kita Jaya.” terangnya melalui keterangan resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan yang diterima PONTAS.id, Kamis (3/12/2020).
Menurutnya, dengan pengelolaan laut yang berkelanjutan dan sumber daya maritim melimpah yang dimiliki oleh indonesia akan memulihkan ekonomi bangsa akibat dampak pandemi Covid-19.
“Indonesia yakin dengan pengelolaan laut yang berkelanjutan, sumber daya maritim melimpah yang kita miliki akan mendukung pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19 dan menjadi landasan untuk pembangunan yang lebih berkelanjutan di masa depan,” imbuhnya
Jokowi juga mengapresiasi peluncuran dokumen transformations HLP SOE yang bertujuan mewujudkan ekonomi laut berkelanjutan. Terlebih saat ini ekonomi sedang berada dalam ancaman akibat tekanan dari berbagai hal seperti polusi, penangkapan ikan berlebih, dan perubahan iklim.
“Peluncuran dokumen Transformasi merupakan awal yang sangat baik untuk memandu kita semua dalam mengelola lautan secara berkelanjutan. Panel Laut harus menjadi kekuatan pendorong untuk menghidupkan kembali revolusi mental untuk melindungi laut,” tandasnya
Sebagai Informasi, dalam acara itu, Sebanyak 14 pemimpin dunia berkomitmen untuk mewujudkan ekonomi laut berkelanjutan. keempat belas negara yang tergabung dalam HLP SOE di antarnaya Australia, Kanada, Chili, Fiji, Ghana, Indonesia, Jamaika, Jepang, Kenya, Meksiko, Namibia, Portugal, dan pimpinan bersama Panel Laut, yaitu Norwegia dan Palau.
Keempat belas negara tersebut meluncurkan laporan Transformasi untuk Ekonomi Laut Berkelanjutan. Visi untuk Perlindungan, Produksi Berkelanjutan, dan Kesejahteraan.
Negara-negara ini akan menghadirkan pendekatan menyeluruh terhadap pengelolaan laut yang menyeimbangkan perlindungan, pemberdayaan, dan kesejahteraan ke hampir 30 juta km persegi perairan nasional–area seluas Benua Afrika.
Panel Laut juga mendorong para pemimpin negara bagian pesisir dan laut di seluruh dunia untuk bergabung dalam komitmen mencapai tujuan 100%, agar seluruh Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dikelola secara berkelanjutan sebelum 2030.
Penulis: Rahmat Mauliady
Editor: Pahala Simanjuntak



























