Pilkada 2020, Tren Kamtibmas di Papua Membaik

Wakapolda Papua, Brigjen Pol Matius D. Fakhiri

Jakarta, PONTAS.ID – Wakapolda Papua Brigjen Pol Matius D. Fakhiri, menghadiri Rapat Kerja Daerah Bupati dan Wali Kota Se- Provinsi Papua Tahun 2020. Kegiatan ini dipimpin Menteri PMK, Muhadjir Efendi dan didampingi, Wakil Gubernur Provinsi Papua, Klemen Tinal.

Dalam kesempatan itu, Dir Intelkam Polda Papua Kombes Pol Guntur Agung Supono mengungkapkan, gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polda Papua tahun 2020 menunjukkan tren penurunan hingga 45 persen lebih.

“Perbandingan jenis kejahatan pada tahun 2019 sampai 2020 antara lain yaitu Kejahatan konvensional dari 8.200 menurun menjadi 6.400 an kasus. Kejahatan merugikan negara pada 2019 sebanyak 198 dan pada 2020 menurun hingga 44 kasus,” kata Guntur di Ball Room Swiss Bell Jalan Pasifik Permai Dok II Jayapura, Selasa (24/11/2020) sore.

Sementara, terkait tahapan Pemilukada di 11 Kabupaten Kota di Papua, tanggal 6-8 Desember akan memasuki masa tenang dan distribusi logistik pemilu sebelum hari H, yang jatuh pada Rabu 9 Desember 2020 sekaligus perekapan tingkat TPS.

Kemudian, 10-14 dilanjutkan dengan rekapan tingkat PPK , 13-17 Desember Rekapan tingkat Kabupaten. “Adapun jumlah daftar pemilih tetap sebanyak 1.083,018 Pemilih yang akan memilih di 3.601 TPS,” paparnya melalui keterangan tertulisnya yang diterima PONTAS.id, Rabu (25/11/2020).

Upaya Polda Papua dalam melakukan pengamanan antara lain membuat petunjuk dan arahan ke jajaran yang melaksanakan pilkada, menunjuk Tim Pengamatan Wilayah (Pamatwil) mendukung Polres yang melaksanakan PAM Pilkada.

“Juga pemanfaatan kendaraan dinas Polres untuk mendukung wilayah yang melaksanakan pilkada dan mengirimkan Pasukan BKO di Polres dan Polda terdekat,” kata Guntur.

Sementara, Aster Kodam XVII/Cedrawasih. Kolonel Inf. Wempi Ramanday mengatakan secara umum akar permasalahan di Papua mencakup beberapa aspek yaitu keamanan teritorial dan paham radikalisme.

“Ancaman kondisi di Papua dari aspek pertahanan yakni Konflik internal meliputi perang suku dan vertikal antara lain ganguan KKB dan Referendum,” kata Wempi.

Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal menambahkan, data perkembangan Covid-19 di Papua pada tanggal 23 November 2020 yaitu Sembuh 8.445 Orang, meninggal 192 orang dan dirawat 2.720 orang.

“Peran pemerintah dalam penyelenggara Pilkada serentak tahun 2020 di Provinsi Papua yakni menjamin ketersediaan anggaran, menjaga stabilitas politik dan keamanan, menjaga netralitas ASN dan memberikan data penduduk potensial pemilih atau pemilihan (DP4) kepada KPU.” kata Wagub.

Kebijakan pemerintah dalam Pilkada sertak 2020 di Provinsi Papua salah satunya yakni mendukung penyediaan DP4 optimalisasi dan pencetakan e-KTP serta antisipasi penertiban surat keterangan bagi masyarakat yang belum merekam e-KTP.

Menteri PMK, Muhadjir Efendi dalam kesempatan itu mengatakan sesuai visi dan misi Presiden Joko Widod, terwujudnya Indonesia yang maju yang berdaulat mandiri dan kepribadian beralaskan Kegotong Royongan,pPeningkatan kualitas manusia Indonesia yaitu struktur ekonomi yang produktif mandiri dan berdaya saing.

“Pembangunan yang merata dan berkeadilan yaitu bagaimana mencapai lingkungan hidup yang berkemajuan yang didalamnya terdapat unsur unsur yaitu penegakan sistim hukum yang bebas korupsi,bermartabat dan terpercaya. Pengelolaan pemerintahan yang bersih efektif dan terpercaya dan sinergi pemerintah daerah dalam kerangka NKRI,” kata Muhadjir.

Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Riana Agustian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here