Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, resmi melantik Guru Besar Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB), Tutuka Ariadji, menjadi Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) baru pada Jumat (6/11/2020) .
Professor yang juga guru besar itu menjadi Dirjen Migas menggantikan Djoko Siswanto yang digeser menjadi Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) lebih dari satu tahun lalu. Selama ini, kekosongan kursi Dirjen Migas sementara diisi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ego Syahrial, yang menjabat sebagai Plt Dirjen Migas.
Dalam pidatonya, Arifin meminta Tutuka membantu dirinya untuk membantu mewujudkan program strategis jangka panjang, yakni merealisasikan produksi minyak 1 juta barel per hari (bph) dan dapat mempertahankan tingkat produksi minyak dari lapangan yang telah ada. Selain itu, sambungnya, harus ada kegiatan eksplorasi migas bumi yang masif.
“Saya minta untuk Dirjen Migas untuk mampu dapat membantu saya mewujudkan beberapa program strategis, pertama mewujudkan rencana jangka panjang, pemenuhan target 1 juta barel minyak bumi,” pesan Arifin.
Adapun, strategi yang ditempuh adalah mempertahankan produksi minyak yang sudah ada (eksisting) dan melakukan eksplorasi yang masif.
“Transformasi sumber daya produksi lebih cepat EOR dan melakukan eksplorasi masif untuk penemuan baru,” katanya.
Sebagai gambaran, sambung Arifin, rata-rata realisasi lifting sampai September 1.717 ribu boepd atau 100% dari target APBNP migas 698 bph dan gas 1.064 ribu boepd.
Dari sisi hilir, Dirjen Migas baru juga harus mengupayakan pengurangan impor BBM dan LPG untuk meringankan beban devisa negara dengan mendorong mempercepat pembangunan infrastruktur kilang serta pemanfaatan EBT secara masif antara lain mengganti diesel dengan DME.
“Pembangunan kilang dan petrokimia, melaksanakan kebijakan penuyesuaian harga gas sebagai upaya peningkatan pemanfaatan dalam negeri serta percepatan pertumbuhan ekonomi dan daya saing nasional,” tutur Arifin.
Menilik sosoknya, Tutuka, yang akrab disapa Adjie ini merupakan sosok yang sudah malang melintang di dunia migas tanah air. Ia meraih gelar sarjana teknik perminyakan di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1988. Kemudian melanjutkan pendidikan di Master of Science: Petroleum Engineering-Texas A&M Univ., Texas (1991-1994) dan kembali lanjutkan pendidikan untuk gelar Doctor of Philosophy: Petroleum Engineering-Texas A&M Univ., Texas (1994-1996).
Ia merupakan mantan Ketua Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) yang juga tercatat sebagai guru besar Teknik Perminyakan ITB.
Dan, sebagai informasi, selain melantik Dirjen Migas baru, Arifin juga secara resmi menunjuk Dirjen Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE) baru. Posisi Dirjen EBTKE yang sebelumnya ditempati FX Sutijastoto akan digantikan Dadan Kusdiana.
Sutijastoto diketahui telah memasuki masa pensiun. Dan, Dadan sebelumnya bertugas sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM.
Penulis: Riana
Editor: Stevanny




























