Industri Manufaktur Oktober Naik, Menperin: Alhamdulillah Berita Baik

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, pada Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Bidang Ekonomi di Bali, Jumat (21/8/2020).

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Indeks manufaktur (Purchasing Managers Index/PMI) Indonesia di bulan Oktober menunjukkan peningkatan, yakni mencapai level 47,8 atau naik dibanding September 47,2 sebagaimana dilansir oleh IHS Markit.

“Alhamdulillah, ini berita yang baik. Walaupun terjadi kenaikan tipis, masih menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari para pelaku industri. Semoga menjadi semangat bersama untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11/2020).

Dia menilai, peningkatan PMI manufaktur Indonesia pada awal kuartal IV 2020 ini juga sebagai sinyal positif terhadap performa ekonomi yang kian bergairah.

“Sektor manufaktur memang cukup terpengaruh oleh penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara penuh di beberapa daerah,” kata dia.

Menurut dia, upaya pelonggaran PSBB di beberapa daerah tersebut menandakan bahwa penyebaran virus corona sudah dapat ditekan.

“Kami bertekad menjaga roda perekonomian terus berputar dengan menjamin keberlangsungan operasi dan mobilitas kegiatan industri, namun dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat. Melalui IOMKI, Kemenperin optimistis, kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi serta mencegah PHK dalam jumlah yang masif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Ekonom IHS Markit Bernard Aw mengatakan, penanganan pandemi Covid-19 dan ketersediaan vaksin menjadi kunci peningkatan permintaan pada bulan-bulan berikutnya. Dalam responden survei mereka melaporkan, terjadi kenaikan biaya dalam produksi.

Sementara perusahaan tidak memiliki ruang untuk menaikkan harga jual seiring dengan melemahnya daya beli. Kenaikan harga terjadi pada bahan mentah seperti logam dasar, bahan kimia, plastik, dan beberapa bahan pangan, yang mendorong kenaikan biaya.

“Meski demikian, perusahaan mengurangi harga jual mereka, menandai penurunan pertama pada biaya barang jadi sejak Maret 2020,” katanya.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Hendrik JS

Previous articleRawan Covid-19, Pemkot Medan Fokus Tiga Kecamatan
Next articleWarga Desa Karang Sari Takkan Lupa Jasa Zairullah Azhar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here