Ada UU Ciptaker, Penyatuan Data Tunggal Koperasi dan UMKM Dikebut

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, menegaskan, pemerintah tengah mempercepat penyatuan data tunggal untuk koperasi dan UMKM. Adapun, konsolidasi tersebut dapat dikebut lantaran hadirnya UU Cipta Kerja (Ciptaker).

“Dengan Undang-Undang Cipta Kerja ini sekarang jadi mudah terkonsolidasi,” kata Teten, dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10/2020).

Teten menuturkan, UU Ciptaker akan menjawab masalah-masalah yang dihadapi oleh pelaku usaha mikro. Apalagi, pertumbuhan ekonomi perlu dipercepat mengingat 15 tahun terakhir struktur ekonomi nasional mengalami stagnasi.

“Kalau kita lihat katakanlah dalam 15 tahun terakhir struktur UMKM, usaha mikro mencapai 98 persen, sementara usaha kecil dan menengah tidak tumbuh atau mengalami stagnasi,” tutur dia.

Melalui data tunggal, pemerintah akan lebih mudah menyiapkan program strategi nasional (roadmap) pengembangan koperasi dan UMKM yang saat ini melibatkan 18 kementerian dan 43 lembaga, termasuk pemerintah daerah.

“Bisa menjadi guide bagi seluruh kementerian itu dengan mudah karena ketika kami membuat kebijakan pemulihan ekonomi nasional untuk membantu UMKM menghadapi masalah keuangan, masalah penyerapan produk, kami sulit sekali mencari data,” paparnya.

Melalui UU Ciptaker, sambung Teten, pemerintah juga dapat mengatasi masalah pengangguran di Indonesia yang jumlahnya mencapai 6,9 juta orang. Belum lagi dampak pandemi covid-19 yang ikut menyumbang tiga juta angka pengangguran baru.

“Angkatan kerja baru mencapai tiga juta per tahun, sehingga kita punya total sekitar 13 juta kebutuhan penciptaan lapangan kerja,” tuntasnya.

Penulis: Riana

Editor: Stevanny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here