Jakarta, PONTAS.ID – Region Manager Communication, Relations & CSR Sumbagsel, Dewi Sri Utami, mengungkapkan, pihaknya menambah alokasi fakultatif LPG 3 kg atau gas melon bersubsidi di bulan Oktober sebanyak 19.040 tabung di beberapa kecamatan, terutama Kecamatan Kayu Agung.
Dewi menuturkan, hal tersebut merupakan upaya untuk mengamankan ketahanan stok dengan melihat situasi perkembangan kebutuhan di lapangan, dan dilakukan menyusul adanya peningkatan permintaan di masyarakat.
Adapun, pada tahap pertama dilakukan penambahan sebanyak 9.520 tabung dan tahap kedua per 20 Oktober 2020 sebanyak 9.520 tabung.
Sementara, total konsumsi LPG subsidi tersebut di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) selama bulan Oktober adalah sebesar 439.600 tabung, yang disalurkan melalui delapan Agen dan 483 pangkalan aktif.
“Stok LPG subsidi di pangkalan saat ini dalam kondisi aman. Adapun, jumlah rata-rata stok di Kecamatan Kayu Agung antara 400-560 tabung per hari ini,” tutur Dewi, Jumat (23/10/2020).
Sejak Agustus 2020, kata Dewi, telah diberlakukan bahwa pangkalan hanya menjual maksimal 30 persen alokasi ke pengecer, stok di pangkalan hanya menjual LPG3 kg ke konsumen rumah tangga langsung.
“Kami mengimbau dan mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar selalu membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi Pertamina yang terdaftar dan memiliki papan warna hijau yang mencantumkan informasi nama pangkalan, nomor registrasi dan informasi Harga Eceran Tertinggi (HET),” tambah Dewi.
Dewi melanjutkan, Pertamina bertanggung jawab mengawasi pasokan LPG di jalur distribusi dari agen hingga pangkalan. Karena itu, bila ditemukan pangkalan yang curang, seperti menjual LPG subsidi di atas HET, menjual untuk industri, atau menjual ke pengecer dalam jumlah yang banyak, Pertamina tidak segan memberikan sanksi hingga Pemutusan Hubungan Usaha (PHU).
Dewi bilang, pihaknya pun senantiasa berkoordinasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti Pemerintah daerah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Agen, hingga Aparat Kepolisian untuk mengawasi distribusi dan menjaga ketahanan stok serta kestabilan harga di Kabupaten OKI.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk bersama memantau pemakaian LPG subsidi tersebut sehingga bisa digunakan oleh masyarakat yang berhak, yakni rumah tangga pra sejahtera dan usaha mikro,” tutup Dewi.
Penulis: Riana
Editor: Stevanny



























