Jakarta, PONTAS.ID – Anggota Komisi IX DPR Lucy Kurniasari mengingatkan bahaya akan timbul dari efek libur bersama akan terjadi pada akhir Oktober 2020 mendatang dapat kembali meningkatkan bertambahnya kasus corona.
Hal ini dikatakan Lucy terkait dengan recana libur bersama akan terjadi pada tanggal 29 Oktober bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pemerintah memberi kelonggaran dengan hari Jumat tanggal 30 dihitung libur bersama sampai tanggal 1 November.
“Libur bersama pada akhir Oktober 2020 memang memberi peluang bertambahnya kasus positip covid-19. Hal itu sudah terbukti dengan adanya libur bersama pada beberapa bulan yang lalu,” kata Lucy dalam keterangan pers, Senin (19/10/2020).
Politikus Demokrat ini mengatakan, libur bersama juga memberi peluang untuk memunculkan kerumuman, terutama di tempat wisata. Begitu juga di tempat-tempat peristirahatan bagi yang berpergian jarak jauh.
“Setiap ada kerumuman dengan sendirinya memberi peluang bertambahnya kasus positif covid-19. Sebaiknya pemerintah tidak usah melaksanakan libur bersama sampai pandemi covid-19 melandai. Setidaknya sampai masyarakat Indonesia sudah diberi vaksin,” ujar Lucy.
Karena itu, Lucy meminta masyarakat sebaiknya tetap di rumah saja dalam mengisi libur bersama tersebut. Ia mengatakan, agar tidak jenuh, liburan di rumah dapat dilakukan dengan membuat kesibukan yang positif. Misalnya, merapihkan taman dengan menanam bunga yang lagi ngetren saat ini.
Namun lanjut Lucy, bagi yang tetap ingin berliburan, sebaiknya disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Untuk itu, sebaiknya sering mencuci tangan pakai sabun atau dengan hand sanitizer, memakai masker, menjaga jarak, dan makan makanan bergizi yang seimbang.
“Masalahnya, hal itu mudah diucapkan tapi kerap susah dilaksanakan. Penggunaan masker misalnya, ketika bertemu sahabat atau family kerap maskernya dibuka. Begitu juga masalah jarak kerap jadi diabaikan,” ujarnya.
“Jadi, hal yang paling aman lebih baik di rumah selama libur bersama. Sayangi keluarga dengan menahan diri tanpa keluar rumah,” tegasnya.
Penulis: Luki Herdian
Editor: Pahala Simanjuntak



























