Indonesia Negara Pancasila, Berasaskan Ketuhanan yang Maha Esa

Azis Syamsudin
Azis Syamsudin

Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin menyinggung hari peringatan G 30 S/PKI dengan menegaskan Pancasila sebagai dasar ideologi negara.

Azis Syamsuddin menilai Pancasila merupakan konsep yang juga di butuhkan dunia saat ini untuk mewujudkan perdamaian, hidup berdampaingan dalam perbedaan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.

“Ketuhanan yang Maha Esa, hal ini clear bahwa kita berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa. Nilai-nilai ini yang wajib kita pertahankan dan juga menyebarkan kepada seluruh dunia” Kata Azis Syamsuddin di Jakarta (1/10/2020).

Politisi Golkar menjelaskan peringatan G 30 S/PKI menjadi momentum masyarakat untuk mengingat kembali peristiwa sejarah, agar situasi tersebut tidak terulang di masa mendatang. UU no. 27 tahun 1999 telah menegaskan ‘bahwa paham atau jalan Komunisme/Marxisme Leninisme dalam praktek kehidupan politik dan kenegaraan menjelmakan diri dalam kegiatan kegiatan yang bertentangan dengan asas-asas sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia yang ber-Tuhan dan beragama serta telah terbukti membahayakan kelangsungan hidup bangsa Indonesia.

“Undang-undang nomor 27 tahun 1999 telah tegas mengatur larangan paham Komunisme/Marxisme Leninisme di Indonesia. Aturan ini tegas dan perlu di implimentasikan sesuai mekanisme oleh aparat penegak hukum dalam hal pencegahan maupun penindakan” tegasnya.

Bekas Ketua Komisi III juga menilai masyarakat juga perlu jeli dalam menyaring isu-isu PKI yang kerap menjadi HOAX. Peredaran Hoax melalui media sosial di nilai kerap menganggu kenyamanan masyarakat. Dalam hal ini Azis Syamsuddin menegaskan Kementerian Informasi dan Komunikasi perlu lebih aktif dalam filter peredaran hoax di media sosial.

“Kita harus menghentikan peredaran hoax, harus jeli dalam menyimak isu dan selalu check fakta yang ada. Kita wajib menjaga Persatuan Indonesia. Jangan sampai kita mempromosikan paham komunisme tanpa kita sadari. Justru saya mengajak para Ulama dan pemuka agama agar lebih aktif lagi dalam meningkatkan nilai-nilai agama yang adil dan beradab dalam menjunjung demokrasi dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” tutupnya.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Idul HM

Previous articleSebulan Jelang Pensiun, Kadisdik Sergai Resmikan Mushola Al Ijtihad
Next articlePSBB Jilid II, Camat Kembangan: Patuhi 3M!