Jakarta, PONTAS.ID – Polres Blora berhasil membongkar penimbunan belasan ton pupuk bersubsidi dijual di atas HET terjadi di gudang polowijo milik Ngadiman (50), warga Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo meminta para distributor seperti PT Pupuk Indonesia dan PT Pupuk Pusri harus berani melakukan investigasi demi menyelesaikan persoalan ini.
“Tentunya dalam kasus seperti ini, PT Pupuk Indonesia dan PT Pupuk Pusri tidak boleh diam harus segera melakukan langkah-langkah dan upaya yaitu audit kinerja para distributornya dan kemudian melakukan audit investigasi baik dari hulu ke hilir untuk membuktikan apakah ada mafia terlibat dalam persoalan pupuk subsidi karena ini merampok hak rakyat miskin,” katanya saat dihubungi, Kamis (11/2/2021).
Ia pun berharap dari seluruh rangkaian kasus pupuk bersubsidi yang diselundupkan ini harus ada evaluasi besar baik dari kedua distributor untuk menata ulang pendistribusian pupuk bersubsidi untuk rakyat miskin.
“Saya usulkan ke pemerintah ini harus dievaluasi karena sistem pupuk subsidi masih efektif atau tidak mesti harus dirubah polanya agar tetap sasaran, tetap bermutu dan tetap berkualitas harganya dan ini poinnya. Ini semua semata-mata untuk membantu petani maupun rakyat miskin mendapatkan pupuk bersubsidi,” tegas Anggota Baleg DPR ini
Penulis: Luki Herdian
Editor: Stevany


























