2023, ESDM Baru Akan Gelar Lelang WK Panas Bumi

Direktur Panas Bumi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, Ida Nuryatin Finahari

Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kemungkinan baru akan membuka lelang wilayah kerja panas bumi (WKP) pada 2023 mendatang.

Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Ida Nuryatin Finahari, mengatakan, ada sejumlah pertimbangan mengapa pihaknya memilih untuk melakukan lelang WKP pada 2023. Menurutnya, hal itu dilakukan agar lelang WKP bisa lebih menarik minat pengembang untuk menanamkan investasinya.

Ida pun menuturkan, untuk meningkatkan kualitas data WKP sebelum ditawarkan kepada badan usaha, pemerintah akan melakukan pengeboran eksplorasi terlebih dahulu (government drilling).

“Mungkin kami akan tawarkan sejumlah WKP di 2023 setelah kami melaksanakan pengeboran eksplorasi,” kata Ida, Kamis (10/9/2020).

Ida pun mengakui, saat ini pemanfaatan panas bumi untuk kelistrikan masih mini. Saat ini, total kapasitas terpasang panas bumi baru mencapai 2.130,7 Megawatt (MW). Padahal potensi panas bumi di Indonesia bisa mencapai sekitar 23,9 Gigawatt (GW).

Untuk mencapai target bauran EBT 23% pada tahun 2025, kapasitas terpasang PLTP ditargetkan mencapai 7.200 MW dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Sedangkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) periode 2019-2028 kapasitas terpasang PLTP diproyeksikan baru mencapai 6.300 MW hingga tahun 2025.

Oleh sebab itu, Ida mengatakan bahwa akselerasi pemanfaatan panas bumi sangat diperlukan. Meski terhambat Covid-19, Ida menekankan bahwa pada tahun ini pihaknya tetap mengejar target tambahan kapasitas terpasang sebesar 140 MW.

Terdiri dari PLTP Rantau Dadap sebesar 90 MW, PLTP Sorek Merapi Unit 2 berkapasitas 45 MW dan PLTP Sokoria unit 1 dengan kapasitas 5 MW.

“Kita masih optimistis bahwa di akhir Desember mungkin akan COD 140 MW itu. Teman-teman masih berupaya untuk bisa COD di akhir 2020,” imbuh Ida.

Penulis: Riana

Editor: Luki Herdian

Previous articlePemerintah Jalankan Relaksasi Iuran BPJS Ketenagakerjaan
Next articleDorong Inovasi, Disdik Sergai Kebut Program GCL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here