Manokwari, PONTAS.ID – Kader atau calon pemimpin TNI kini terlahir kembali dari tanah Papua Barat, yang merupakan generasi muda terpilih melalui proses rekrut yang diselenggarakan TNI AD melalui Ajudan Jenderal Kodam atau Ajendam XVIII/Kasuari dengan ketat mulai dari fisik, kesehatan, psikologi hingga mentTNIal ideologi, sehingga menjadikan TNI mampu mendapatkan bibit sumberdaya manusia unggul dan berkualitas.
Kaajendam XVIII/Kasuari Letkol Caj Mohamad Radjab menyebutkan, kegiatan seleksi penerimaan Calon Taruna Akmil melalui Panda Kodam XVIII/Kasuari, berawal dari Sub Panda di Sorong (30 orang) dan Sub Pandasus Manokwari (46 orang). Selanjutnya ke tingkat seleksi tingkat Panda yang dilaksanakan di Kodam XVIII/Kasuari.
“Pada cek awal ini adalah pemeriksaan administrasi, seleksi rik uji kesehatan dan rik uji jasmani. Setelah dari Sub Panda Sorong dan Sub Pandasus Manokwari tadi, kemudian ke Panda sebanyak 32 orang yang dilaksanakan seleksi tingkat Panda di Kodam XVIII/Kasuari sendiri yang hanya menambahkan seleksi Psikologi, Mental Ideologi, selanjutnya dikirim ke tingkat Pusat di Magelang,” jelas Kaajendam.
Kemudian ada proses lagi di Akademi Militer Magelang, dari Panda Kodam XVIII/Kasuari lolos 10 orang calon yang diberangkatkan, dan dinyatakan lulus sejumlah 8 orang. Ini merupakan prestasi melebihi alokasi yang ditentukan oleh Panpus hanya 5 orang. “Dari 8 orang ini, diantaranya 5 orang merupakan Putra Asli Daerah Papua Barat dan 3 diantaranya merupakan Non Putra Asli Daerah Papua Barat,” tambah Kaajendam.
Menurut Kaajendam, yang dimaksud dengan Putra Asli Daerah Papua Barat sendiri adalah ada beberapa kategori dan salah satunya adalah, kedua orang tua kandung adalah asli Papua atau salah satunya berasal dari Ayah maupun Ibu dari calon. “Harapannya kedepan untuk Putra Asli Papua Barat lebih banyak lagi yang mendaftar dan diterima untuk menjadi Taruna Akmil,” terang Kaajendam
Dibanding tahun lalu, yang diterima sejumlah 7 orang dan kini 8 orang. Dengan kehadiran Taruna ini merupakan kebanggaan tersendiri dari Kodam XVIII/Kasuari karena mendapatkan perhatian khusus juga dari Pimpinan TNI AD kepada Putra-Putra yang berasal dari Papua dan Papua Barat. “Mudah-mudahan tiap tahunnya bertambah karena memang kita butuh adanya Putra daerah asal Papua untuk menjadi seorang Pemimpin di lingkungan TNI AD dan TNI di masa yang akan datang dalam menjaga kedaulatan NKRI,” ungkapnya.
Untuk diketahui, ke-5 Calon Taruna Akmil berasal dari wilayah pengiriman Papua Barat diantaranya Muhammad Ainal Yakin Macap (Putra kelahiran Raja Ampat, Papua Barat), Joury Alessandro Vieira Ufnia (Putra kelahiran Manokwari, Papua Barat), Dhanuja Yudha Simora (Putra kelahiran Kaimana, Papua Barat), Risaldo Gideon Opur (Putra kelahiran Manokwari, Papua Barat) dan Jihad Ahmad Al Rasyid (Putra kelahiran Sorong, Papua Barat). Sementara ke-3 Calon Taruna Akmil Non Putra Asli Daerah Papua yakni Muhammad Arqam Rumauw, Dwi Setia Wibowo dan Frisky Rayner Nikolas Tulenan.
Penulis: Abriyanto
Editor: Luki Herdian



























