Di Afrika, Satgas TNI Beri Kado HUT RI dengan Damaikan Pihak Bertikai

Kongo, PONTAS.ID – “Keberhasilan ini merupakan persembahan anak negeri dalam rangka bertepatan dengan peringatan HUT Republik Indonesia ke-75 Tahun dari para pasukan Garuda di Kongo. Milisi yang menyerahkan diri merupakan kombatan FDLR (Rwanda) yang termasuk tokoh dicari oleh aparat RD Kongo. Perolehan tersebut hasil dari kerja keras yang selama ini terus ditingkatkan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan mandat PBB yaitu Protection of Civilian (POC),” dalam keterangan tertulis dari Satgas TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-B Rapid Deployable Battalion (RDB) Mission de IOrganisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (MONUSCO), Selasa, (18/8/2020).

Ini merupakan prestasi anak bangsa yang diperankan TNI di tanah Afrika, yang berhasil membujuk kelompok milisi yang berkonflik senjata, dengan menurunkan 32 orang milisi dari kelompok Aigle Alleluya pimpinan Mr. Kalinde Takataka Rodantien untuk kembali ke masyarakat.

Turunnya milisi beserta alat perangnya berupa 20 pucuk AK-47 beserta magazennya, 8 busur dan 15 buah anak panah, saat proses penyerahannya, dipimpin Wakil Komandan Satgas Mayor Inf. Hadrianus Yossy S B, mewakili Komandan Satgas Kolonel Inf. Daniel Lumbanraja di hutan dekat desa Lukengwe (32 km Kalemie Utara dari COB ) Provinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo, beberapa waktu lalu.

Keberhasilan tersebut bermula dari dilaksanakannya kegiatan Civil Military Coordination (CIMIC) terpadu seperti pembuatan sarana olahraga lapangan sepak bola beserta alat penunjang lainnya yang diprakarsai oleh Kompi A, perbaikan jembatan oleh Kompi B, dan pembuatan toilet umum oleh Kompi C serta kegiatan lainnya di Desa Lukombwe.

Pada saat CIMIC melalui Kepala Desa Luhaka yang ikut hadir, telah memberikan informasi kepada Indo RDB adanya kelompok milisi yang akan menyerahkan diri di sekitar Desa Lukengwe dan Desa Bakari.

Informasi ini segera ditindaklanjuti Markas Indo RDB melalui Kasi Intel Kapten Inf. M. Assegaf. Komandan Satgas memerintahkan pasukannya melaksanakan Long Range Patrol (LRP), menurunkan dua tim, Tim 1 dipimpin Kapten Inf. M. Choriq dan Tim 2 Kapten Inf. Ihsan Hanafi sebagai pencari data dan memastikan kebenaran informasi yang diterima. Akhirnya, kelompok milisi bersedia menyerahkan diri kepada Indo RDB Monusco dengan waktu dan tempat yang sudah ditentukan.

Wakil Komandan Satgas mengucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit yang telah bekerja keras hingga membuahkan hasil dalam menjalankan misinya dengan baik, dan berpesan untuk terus memberikan rasa aman dan nyaman serta memenangkan hati dan pikiran masyarakat.

“Dengan diserahkannya senjata para milisi ke Satgas RDB Monusco  diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat setempat baik saat ini maupun dimasa mendatang sehingga misi menciptakan perdamaian tanpa adanya kekerasan dan kontak senjata serta pembinaan teritorial di wilayah binaan RDB Monusco dapat berhasil,” ucap Wadan Satgas.

Sampai dengan saat ini Satgas TNI Konga XXXIX-B RDB MONUSCO telah berhasil menurunkan milisi sebanyak 286 orang milisi berikut alat perangnya berupa 101 pucuk senjata api yang terdiri dari 95 pucuk jenis AK-47, 3 pucuk senjata api jenis FAL 3, 3 pucuk senjata api rakitan, 436 butir munisi tajam, Magasen 78 buah,Granat tangan 1 buah, Sangkur 1 buah dan Busur  83 buah serta anak panah  95 buah.

Selanjutnya, senjata tersebut oleh Satgas TNI Konga XXXIX-B RDB MONUSCO diserahkan kembali kepada staf Monusco, dalam hal ini Disarmament Demobilization Reintegration (DDR)  untuk dilaksanakan proses lebih lanjut sesuai ketentuan UN (United Nations) atau Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Penulis: Abriyanto Mohammad

Editor: Riana

Previous articleCitilink Bantah Tutup Penerbangan Akibat Karyawan Corona
Next articleKasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Medan Perbanyak Penggali Kubur