Bali Terapkan QRIS, Wishnutama Apresiasi

Menparekraf, Wishnutama Kusubandio

Jakarta, PONTAS.ID Penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di sektor pariwisata di Bali diyakini akan menjadi langkah awal kebangkitan pariwisata nasional.

Bali telah mendeklarasikan Program Kepariwisataan dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru & Digitalisasi Pariwisata Berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Peninsula Nusa Dua, Bali, Kamis (30/7/2020)

Deklarasi dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Gubernur Bali I Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana, Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer, Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Kurnia Dewantara, Kapolda Bali Irjen. Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho.

Penerapan QRIS menjadi solusi untuk membangkitkan sektor pariwisata dalam mendukung tatanan kehidupan era baru karena tidak akan ada kontak fisik dalam interaksi atau cashless.

“Dengan penerapan QRIS akan mempermudah sistem transaksi bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, tidak ribet, lebih cepat, dan kekinian,” tutur Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio, dalam keterangan pers, Minggu (2/8/2020).

Wishnutama melanjutkan, penerapan QRIS menjadi salah satu cara untuk mengimplementasikan dan menjalankan protokol kesehatan sekaligus melaksanakan upaya pemulihan pariwisata di Bali. Sebagai bentuk citra positif yang tidak hanya diperhatikan masyarakat Indonesia, tapi juga diperhatikan masyarakat dunia.

Oleh karena itu, lanjutnya, keberhasilan Bali dalam menjalankan hal tersebut akan memberi dampak pada bangkitnya pariwisata nasional. Saat ini, pemerintah juga tengah memperjuangkan untuk memberikan stimulus pariwisata dalam bentuk insentif tiket pesawat.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, menjelaskan Penerapan kanal pembayaran QRIS di sektor pariwisata merupakan implementasi QRIS yang sudah diterapkan pada awal Januari 2020, yang seiring dengan program kepariwisataan dalam tatanan kehidupan Bali di era baru digitalisasi pariwisata berbasis QRIS.

“QRIS Bank Indonesia menjadi salah satu solusi alat pembayaran digital yang dapat diaplikasikan di semua sektor khususnya sektor pariwisata yang menuntut semuanya harus serba cepat, mudah, murah, dan aman. Dan bisa diterapkan di semua sektor mulai dari retail, tiketing, pajak, atau untuk memenuhi kebutuhan wisatawan asing,” imbuhnya.

Tercatat, tumlah merchant yang sudah menggunakan QRIS di Bali per 24 Juli 2020 sudah mencapai 114.446 merchant, meningkat 337 persen dibandingkan pada awal 2020. Dari angka tersebut sebanyak 57 persen pengguna QRIS berasal dari usaha mikro, 20 persen usaha kecil, 17 persen usaha menengah, dan 6 persen usaha berskala besar.

 Penulis: Riana

Editor: Stevanny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here