Lewat Pinky Movement, Pertamina Dorong UMKM Sektor Pariwisata

Pertamina

Jakarta, PONTAS.ID – PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus kembali menyalurkan bantuan modal dana bergulir Program Kemitraan senilai Rp2,44 miliar.

Bantuan tersebut disalurkan kepada 33 mitra binaan dari berbagai sektor. Termasuk di dalamnya sebanyak 14 mitra Pinky Movement yang berasal dari Jawa Timur dan Bali.

Pertamina menginisiasi Pinky Movement sebagai bagian dari Program Kemitraan BUMN yang mengajak pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang penyalur dan pengguna Liquified Petroleum Gas (LPG) untuk beralih menggunakan atau menjual LPG nonsubsidi Bright Gas.

“Sasaran program Pinky Movement diantaranya pangkalan LPG, usaha kuliner, peternakan, pertanian, jasa laundry dan lainnya, hal itu bertujuan mengedukasi pelaku UMKM dan masyarakat agar penyaluran LPG bersubsidi kedepannya tepat sasaran, hanya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang berhak,” ujar Rustam Aji, Unit Manager Communication Relations & CSR MOR V, Jumat (24/7/2020).

Tak hanya itu, Pertamina juga menargetkan penyaluran kepada pelaku UMKM di sektor pariwisata, termasuk di dalamnya yang berada di daerah potensi Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Dua dari lima destinasi ini berada di wilayah operasional PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus.

Untuk mendukung pemulihan kembali destinasi tersebut, Pertamina merangkul para pelaku UMKM di Mandalika, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Labuan Bajo, Kab. Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan itu disiapkan dalam bentuk bantuan modal dana bergulir Program Kemitraan.

“Program kemitraan pada dasarnya adalah sebuah kegiatan community development untuk mengembangkan dan memberdayakan masyarakat terutama untuk membangkitkan kemandirian ekonomi masyarakat di daerah,” ujar Rustam.

Kemitraan tersebut nantinya akan diberikan dalam bentuk peminjaman modal kepada UMKM. Tentunya melalui tata kelola yang berlaku.

“Sektor yang erat kaitannya dengan destinasi, seperti perdagangan dan jasa sangat potensial untuk bangkit di DPSP Mandalika dan Labuan Bajo. Harapannya upaya itu bisa memberi injeksi semangat untuk UMKM bangkit menyambut era baru destinasi yang aman dan nyaman untuk semua,” pungkas Rustam.

Penulis: Riana

Editor: Luki H

Previous articleDi Kalsel, Panglima TNI Lepas Ratusan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Pengantar Bansos
Next articleSaleh Daulay: Mendikbud Harus Diberhentikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here