Banjarmasin, PONTAS.ID – Kalimantan Selatan (Kalsel) merupakan satu dari enam provinsi yang memiliki tingkat penyebaran Covid-19 cukup tinggi (lima provinsi yang lain, yakni DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Sulawesi Selatan). Sehingga, Pemerintah memberi perhatian khusus bagi keenam provinsi tersebut.
Itu pula sebabnya, Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, didampingi Irwasum Mabes Polri, Komjen Pol Agung Budi Maryoto, mengunjungi Kalimantan Selatan (Kalsel). Sebelumnya, lima provinsi lainnya juga sudah ditinjau.
Di Banjarmasin, selain mengadakan rapat khusus dengan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kalsel lewat video conference, juga melepas ratusan Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam rangka Gerakan Bhakti Sosial, di depan Aula DR. KH. Idam Chalid, Pemprov Kalimantan Selatan, Kamis (23/7/2020).
Panglima TNI menyampaikan, ratusan Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta komponen masyarakat lainnya melaksanakan tugas yang sangat mulia di tengah pandemi Covid-19.
“Babinsa dan Bhabinkamtibmas menggunakan sepeda motor mengantarkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang membutuhkan di daerah-daerah terpencil,” tutur Panglima TNI.
“Semoga tugas mulia yang dilakukan bersama ini bisa memotivasi ke seluruh wilayah Indonesia lainnya sebagai bentuk dari kebersamaan untuk tetap menjaga diri dan mematuhi protap kesehatan yang ada,” sambung Panglima TNI.
Menurut Panglima TNI, kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi dari seluruh elemen masyarakat Kalimantan Selatan untuk membantu meringankan beban hidup masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mendapat laporan lengkap dari Gubernur yang menjelaskan adanya trend penurunan Case Fatality Rate di Kalsel, yang saat ini berada di angka 5,06%.
Ia pun menyambut baik Gugus Tugas mengambil langkah-langkah inovatif yang sejalan dengan Direktif Presiden RI, Jokowi, untuk menerapkan intervensi berbasis lokal. Adanya Kampung Tangguh Banua oleh masyarakat menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Saat ini, telah dibentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang ditetapkan melalui Perpres 82 Tahun 2020. Kebijakan strategis ini menjadi upaya extra ordinary umenghadapi krisis kesehatan dan bayang-bayang resesi atau krisis ekonomi akibat pandemic Covid-19.
“Satgas Penanganan Covid-19 daerah harus benar-benar membangun sinergi dengan Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional untuk bersama-sama menjaga agar masyarakat tetap produktif, sehat dan aman dari Covid-19, karena kesehatan masyarakat menjadi modal utama untuk kembali menggerakan roda perekonomian,” terang Panglima TNI.
Motto “Bergerak Bersama Menjaga Banua”, menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, sangat baik karena mengajak semua aparatur negara yang terlibat dalam penanganan pandemi ini untuk bergerak bersama seluruh elemen masyarakat beserta seluruh satuan kewilayahan TNI dan Polri beserta jajarannya di Kalsel, saling sinergi dan berkolaborasi bersama-sama melakukan upaya extra ordinary sebagaimana telah diarahkan Presiden Jokowi.
Penulis: Abriyanto Mohammad
Editor: Riana




























