Komisi I Tak Setuju TNI Dilibatkan di Program Kerukunan Beragama Kemenag

Muhammad Iqbal
Muhammad Iqbal

Jakarta, PONTAS.ID – Anggota Komisi I DPR, Muhammad Iqbal mengaku tak setuju jika TNI dilibatkan dalam program peningkatan kerukunan umat beragama.

Pasalnya, kata Iqbal tugas TNI adalah menjaga keamanan dan keutuhan negara serta menjalankan operasi militer bukan ikut masuk dalam program keagaman.

Politikus PPP ini menilai, jika Kemenag ingin menjalankan programnya itu hendaknya bukan bersama TNI melainkan para tokoh agama diyakini bisa memberikan pemahaman serta ide yang bagus sesuai dengan program dari Kemenag itu.

“Saya berpendapat kurang tepat, karena tugas TNI sesuai regulasi yaitu menjaga keamanan dan keutuhan negara dan melakukan operasi militer dan non militer. Oleh karena itu jika ada rencana dari Kemenag untuk meningkatkan kerukunan umat beragam yang tepat adalah menggandeng tokoh agama dan tokoh masyarakat di dalam memberikan pemahaman kerukunan beragama kepada masyarakat,” tegas Iqbal saat dihubungi, Rabu (8/7/2020).

Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi menjelaskan pihaknya bukan melibatkan TNI, tetapi hanya mencari informasi untuk program keagamaan di Papua.

“Itu dimulainya, memang kami niatkan banyak memperhatikan masalah pembinaan rumah ibadah dan sekolah-sekolah ibadah di Papua. Untuk itu, kami mengundang teman-teman polisi dan tentara yang tugas di sana untuk melihat apa-apa yang perlu diwaspadai. Pertama, kami undang teman polisi, kemudian kami undang teman dari TNI. Kebetulan orang itu memang baru saja selesai tugas di Papua, sekarang dia Waaster,” jelas Fachrul.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articlePKS: Pemerintah Jangan Plin-plan soal RUU HIP
Next articleKomisi IX Lega Pelatihan Kartu Prakerja Dihentikan