Dinilai Janggal, ESDM Harus Kaji Ulang Lelang PJUTS

Jakarta, PONTAS.ID – Direktur Eksekutif Link Data, Richard Ahmad Supriyanto, meminta Kementerian ESDM mengkaji ulang proses lelang pengerjaan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS).

Richard menilai, proses lelang PJUTS di wilayah bagian barat dan tengah Indonesia janggal dan mengarah terjadinya penyimpangan.

Richard bilang, spesifikasi teknis seharusnya menjadi patokan pada syarat lelang pengerjaan PJUTS. Sebab pengerjaan proyek ini menjadi titik acuan lelang yang nilai pengerjaannya hampir mencapai lebih dari Rp300 miliar.

“Kementerian ESDM seharusnya melihat secara jeli terkait salah satu perusahaan BUMN yang ikut tender PJUTS. Link Data ikut ambil peran dalam memantau dan mengawasi terkait penilaian secara teknis dalam lelang dan pengerjaannya tersebut,” tutut Richard dalam keterangannya, Selasa (7/7/2020).

Berdasarkan temuannya, perusahaan BUMN tersebut menang dalam penilaian secara teknis. Padahal seharusnya, perusahaan tersebut sudah gugur karena tidak memenuhi kualifikasi yang disyaratkan dalam tender.

“Secara teknis seharusnya sudah gugur dalam prakualifikasi. Link Data juga mengimbau kepada lembaga-lembaga antikorupsi untuk mengawasi pengerjaan proyek negara tersebut yang terduga terindikasi tindak pidana korupsi,” imbuh Richard.

Oleh karenanya, Richard meminta Kementerian ESDM, khususnya Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) untuk mengawal ketat proses lelang pengadaan infrastruktur energi tersebut. Hal ini diperlukan mengingat pentingnya transparansi proses penunjukan pemenang tender.

“Link Data meminta Kementerian ESDM khususnya Ditjen EBTKE untuk meninjau kembali lelang tersebut, karena berdampak pada kerugian negara,” papar Richard.

Pada prinsipnya, tegas dia, semua pengerjaan proyek kementerian harus dikawal. Mulai dari proses pengumuman lelang, tender, verifikasi data, serta menyampaikan pemenangnya.

“Jadi karena ini proyek pemerintah dan memakai uang rakyat, maka kita wajib mengkritisinya,” pungkas Richard.

Penulis: Riana

Editor: Stevanny

Previous articlePulang dari Tugas, Relawan asal Sergai Positif Covid-19
Next articlePedagang Pasar Sumur Batu Ikut Tes Covid-19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here