Sergai, PONTAS.ID – Jumlah murid sekolah dasar (SD) yang khususnya berada di kawasan perkebunan sawit setiap tahunnya mengalami penurunan. Seperti, di SD Negeri 106188, Desa Tanjung Putus, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) jumlah siswa saat ini hanya 34 pelajar dibandingkan lima tahun lalu mencapai ratusan.
“Sekolah ini dibangun 1973 di era Deli Serdang tapi sudah direhab oleh Pemkab Sergai. Tenaga pengajar tiga ASN dan empat tenaga honor dengan enam ruang belajar.Tapi jumlah siswa menyusut setiap tahun,” kata Kepala Sekolah SDN 106188 Syafrizal, saat menerima kunjungan Kadisdik Sergai, Joni Walker Manik, Jumat (19/6/2020).
Hal serupa juga dikatakan oleh Kepsek SDN 106839, Hulman Panjaitan, bahwa SD yang berlokasi di Dusun Cukir Desa Tanjung Putus Kecamatan Pegajahan itu berada di hamparan kebun kelapa sawit milik PTPN IV.
Kedua Kepsek tersebut juga menjelaskan, jarak sekolah dengan Kantor Korwil Pendidikan di Kecamatan Pegajahan sekitar 12 hingga 14 Km melalui jalan desa dan jalan perkebunan yang kerap berlumpur jika hujan.
Selain itu, jumlah karyawan yang berdomisili di perumahan setempat, setiap tahun juga menurun karena telah memiliki rumah di kawasan perkampungan agar lebih dekat dengan sekolah ataupun pasar.
“Sementara untuk menunggu siswa yang datang dari luar kebun (perkampungan), tidak bisa diharap lagi karena dikawasan mereka juga ada sekolah yang lebih dekat,” ucap keduanya.
Melihat kondisi ini, Kadisdik Sergai, Joni Walker Manik, mengakui menjadi dilema karena di satu sisi melanggar aturan tentang peleburan (regrouping), “Tapi di satu sisi kita juga harus memperjuangkan pendidikan masyarakat kita sebagai anak bangsa. Sesuai UU Pendidikan mereka juga punya hakm” kata Joni.
“Masalah regrouping ini kita tunda dan kita minta kepada Kepsek dan para guru di sini agar berbuat yang lebih maksimal untuk dunia pendidikan,” kata Joni.
Penulis: Andy Ebiet
Editor: Pahala Simanjuntak




























