Erick Bongkar Direksi dan Komisaris Bukit Asam

Menteri BUMN, Erick Thohir

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri BUMN, Erick Thohir, kembali merombak pejabat perusahaan pelat merah. Kali ini, ialah PT Bukit Asam Tbk atau PTBA. Empat orang komisaris PTBA dicopot dari jabatannya.

Dalam keterangan resmi PTBA, Rabu (10/6/2020), perombakan ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Adapun, keempat orang komisaris yang dicopot yakni Soenggoel Pardamean Sitorus sebagai komisaris independen, Robert Heri, Taufik Madjid dan Heru Setyobudi Suprayoga sebagai komisaris.

Jabatan mereka digantikan oleh E. Piterdono HZ, Carlo Brix Tewu, dan Irwandy Arif sebagai komisaris. Sedangkan Andi Pahril Pawi diangkat sebagai komisaris independen.

Dalam perombakan tersebut, Hadis Surya Palapa juga ditunjuk sebagai direktur operasi dan produksi menggantikan Suryo Eko Hadianto.

“Pemegang saham memutuskan pak Hadis, sebagai direktur operasi dan produksi,” sebut Direktur Utama PTBA, Ariviyan Arifin, Rabu (10/6/2020).

Berikut susunan direksi dan komisaris Bukit Asam yang baru:

Komisaris

  • Komisaris Utama/Independen: Agus Suhartono
  • Komisaris: Jhoni Ginting
  • Komisaris: E. Piterdono HZ
  • Komisaris: Carlo Brix Tewu
  • Komisaris: Irwandy Arif
  • Komisaris Independen: Andi Pahril Pawi.

Direksi

  • Direktur Utama: Arviyan Arifin
  • Direktur Keuangan: Mega Satria
  • Direktur Niaga: Adib Ubaidillah
  • Direktur SDM: Joko Pramono
  • Direktur Operasi dan Produksi: Hadis Surya Palapa
  • Direktur Pengembangan: Fuad Iskandar Zulkarnain Fachroeddin.

Selain membongkar posisi komisaris dan direksi, dalam RUPS perusahaan juga memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 3,65 triliun. Jumlah dividen tunai yang dibagikan ini merupakan 90 persen dari total laba bersih perusahaan tahun 2019 sebesar Rp 4,1 triliun.

Di tengah tren melemahnya harga batu bara, PT Bukit Asam Tbk mampu mencatatkan laba atas kinerja tahun sebesar Rp 4,1 triliun dengan EBITDA sebesar Rp 6,4 triliun. Perseroan berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan dari Rp 21,2 triliun menjadi Rp 21,8 triliun atau sebesar 3 persen dari tahun sebelumnya.

Pendapatan ini terdiri atas pendapatan penjualan batu bara domestik sebesar 57 persen, penjualan batu bara ekspor sebesar 41 persen, dan aktivitas lainnya sebesar 2 persen yang meliputi penjualan listrik, briket, minyak sawit mentah dan inti sawit, jasa kesehatan rumah sakit dan jasa sewa.

Penulis: Riana

Editor: Stevanny

Previous articleRehabilitasi Bendung Tirtonadi Beri Manfaat Pengendalian Banjir di Kota Solo
Next articlePUPR Targetkan Optimalisasi 165.000 Ha Lahan Pertanian di Kalimantan Tengah