Jakarta, PONTAS.ID – Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KSDAE-KLHK), Wiratno, mengunjungi Gembira Loka Zoo (GL Zoo). Kunjungan ini bertujuan memastikan keberadaan satwa dikelola sesuai kaidah kesejahteraan satwa.
“Juga untuk mengoordinasikan Lembaga Konservasi (LK) di bawah Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) yang terdampak Pandemi Covid-19 dan perlu mendapatkan bantuan,” kata Wiratno dalam keterangan resminya.
Wiratno pun menyempatkan diri melihat proses pembangunan sarana dan prasarana Zona Cakar 2 yang dapat difungsikan sebagai edukasi satwa khususnya dalam menyambut libur lebaran.
Direktur GL Zoo, KMT A. Tirtodiprojo (Joko) dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, kandang harimau dan singa yang dibangun di Zona Cakar 2 merupakan satu-satunya kandang berstandar internasional di Indonesia saat ini.
“Di Zona Cakar ini secara bertahap akan ditampilkan koleksi satwa bercakar seperti Macan Dahan, Beruang Madu, Kucing bakau, Singa, Harimau Sumatera, Hyena dan Jaguar,” jelas Joko.
Joko juga mengungkapkan jika hingga Agustus GL Zoo belum dibuka umum, kebutuhan pakan akan diupayakan disediakan melalui alokasi anggaran perusahan.
“Operasional GL Zoo pengeluaran selama 1 bulan mencapai Rp1,5 miliar, dimana Rp 400 juta di antaranya khusus untuk pakan satwa.” papar Joko.
Wiratno dalam kunjungan ini didampingi Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Yogyakarta, Muhammad Wahyudi.
Penulis: M. Abriyanto
Editor: Pahala Simanjuntak




























