Usai Corona, Maskapai Cina Banting Harga Tiket Pesawat

Maskapai Cina
Maskapai Cina

Jakarta, PONTAS.ID – Maskapai penerbangan Cina banting harga tiket pesawat untuk rute-rute domestik pada hari buruh internasional jatuh 1-5 Mei 2020 nanti. Obral tiket pesawat dilakukan demi menggaet penumpang usai penyebaran virus corona di dunia.

Variflight, perusahaan penyedia data penerbangan di Cina, menyebut maskapai mengobral harga tiket penerbangan usai kebijakan lockdown (penutupan akses wilayah) dicabut di beberapa kota di Negeri Tirai Bambu.

“Kebijakan pemerintah untuk memulai kembali pekerjaan dan aktivitas pabrik mendorong penerbangan domestik perlahan-lahan bergerak dan pasar penerbangan sipil China mulai menghangat kembali,” ungkap Analis VariFlight, Rabu (22/4/2020).

VariFlight juga menyatakan obral tiket diberikan untuk rute-rute penerbangan domestik karena penerbangan ke luar negeri belum memungkinkan. Sejumlah negara diketahui masih menutup akses masuk warga negara asing karena kasus covid-19 masih cukup tinggi di luar Cina.

“Pemulihan rute internasional mungkin memerlukan lebih banyak waktu,” imbuh dia.

Lebih lanjut, obral harga tiket diberikan dengan berbagai skema. Mulai dari promo diskon, beli satu gratis satu, tiket seharga sayuran, hingga skema ‘kotak ajaib’. Obral berlaku untuk periode terbang 1-5 Mei 2020.

Cina Southern Airlines cabang Xinjiang menawarkan diskon sampai 20 persen dari harga tiket normal. Berdasarkan hasil penelusuran di Fliggy, agen perjalanan online di Cina, harga tiket penerbangan Beijing-Yantai dengan jarak 700 kilometer dibanderol dengan harga 80 renminbi Cina atau US$11 setara Rp170.500 per penumpang (asumsi kurs Rp15.500 per dolar AS).

Harga itu setara 90 persen dari penawaran normal. Kemudian, Shenzhen Airlines menawarkan harga tiket penerbangan dari Shenzhen ke Chengdu hanya sebesar 5 renminbi Cina atau US$0,7 setara Rp10.850 per penumpang.

Penawaran harga tiket murah bahkan menyamai harga sayur-sayuran di Cina sehingga disebut tiket ‘seharga bok-choy’ oleh para media lokal. Bahkan, diskon harga tiket juga diberikan dengan skema ‘beli satu, gratis satu’ oleh maskapai West Air dan Urumqi Air.

Skema lain yang ditawarkan adalah ‘kotak ajaib’ dari Shandong Airlines. Diskon harga tiket diberikan melalui voucher dalam kotak yang hanya bisa didapat sebanyak dua kali dengan nilai total 199 renminbi Cina atau US$28 setara Rp434 ribu per tiket untuk masa penerbangan tiga bulan terakhir di tahun ini.

Diskon yang diberikan berbeda-beda bergantung isi voucher. Setidaknya ada 20 ribu ‘kotak ajaib’ yang diberikan ke penumpang.

Sementara Changan Air dan Hainan Airlines menjual beberapa tiket penerbangan dengan paket keluarga. Misalnya, satu keluarga beranggota lima orang diberi kesempatan terbang 12 kali dalam setahun dengan paket tiket 4.800 renminbi Cina atau US$680 setara Rp10,54 juta.

Tidak hanya mengobral harga tiket penerbangan, para maskapai juga menambah beberapa rute baru untuk musim panas dan gugur. Misalnya, Guizhou Airlines, Guilin Air, dan Hainan Airlines

Kendati begitu, para maskapai memastikan penjualan tiket penerbangan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Misalnya, menjaga jarak antar penumpang di pesawat, asuransi kesehatan khusus virus corona, hingga pemberian masker dan tisu anti bakteri.

Data VariFlight mencatat setidaknya operasi maskapai Cina anjlok 80 persen pada akhir Januari dan Februari 2020. Nilai kerugian diperkirakan mencapai 39,8 miliar renminbi China atau US$5,6 miliar setara Rp86,8 triliun pada kuartal I 2020.

Aktivitas penerbangan mulai pulih pada pertengahan Februari dan pekan ini dengan hasil penjualan setidaknya sudah mencapai setengah dari yang biasa dicapai maskapai sebelum pandemi corona melanda.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Idul HM

Previous articleTentukan Awal Ramadan, Kemenag Gelar Sidang Isbat Online Besok
Next articleAmburadul! Bansos di Jakut Pakai Data Lama, Warga Sindir Anies