Sergai, PONTAS.ID – Personil Team Khusus Anti Bandit (Tekab) Polsek Firdaus, dipimpin Kanit Reskrim, Ipda Maruli Sihombing berhasil meringkus AP (24). Warga Jalan Srigunting Kecamatan Medan Sunggal ini merupakan buronan Polres Sergai.
AP ditangkap Polisi lantaran merupakan buronan Polres Serdang Bedagai (Sergai) terkait kasus percobaan perampokan bersama tiga temannya. Dalam kasus ini, AP berperan sebagai pengemudi mobil Suzuki Ignis BK 1203 AAB.
“AP sudah ditangkap dan satu temannya yang juga berhasil kabur pada saat kejadian, sudah diketahui identitasnya dan sedang kita kerjat,” jelas Kasubbag Humas, Ipda Zulfan Ahmadi, Senin (20/4/2020).
Kepada polisi AP mengaku, bahwa mobil yang dikemudikannya pada saat kejadian menerobos hingga menabrak rumah warga lantara dirinya gugup melihat banyaknya massa yang mengejar mereka.
“Karena takut, aku langsung lari ke belakang rumah warga menjauh dari TKP. Aku berondok (smbunyi) di semak-semak sampai besok nya. Sekitar jam 15.00 WIB tanpa makan dan minum dan tak punya uang aku menyetop bus arah ke Medan,” kata AP menceritakan pelariannya.
Gagal Beraksi
Kasus ini berawal ketika Jenderal bersama MR beserta dua lagi temannya mengendarai mobil dengan nomor polisi BK 1203 AAB diduga berencana mau melakukan perampokan sepeda motor atau benda lain demi mendapatkan uang.
Di saat bersamaan, korban NA (16) dengan mengendarai sepeda motor membonceng temannya PAS (16) setibanya di TKP tiba-tiba disetop dua tersangka.
Salah satu tersangka mendorong NA namun korban tak kalah cerdik, langsung menjatuhkan sepeda motornya ke dalam parit yang ada di sisi jalan. Sementara teman korban, PAS sebelumnya telah mencabut kunci kontak sepeda motor dan menyembunyikannya.
Menyadari aksinya gagal, tersangka kemudian merampas HP milik korban lalu kabur keluar arah jalan lintas Sumatera.
Kedua korban spontan berteriak, “Maling, maling.” dan didengar oleh salah seorang warga Alfredo Nababan (20) yang sedang melintas di TKP.
Alfredo mencoba menghalangi mobil tersangka, tetapi salah seorang tersangka memukul kepala kepala Alfredo dengan batu dan menyebabkan kepala korban mengucurkan darah.
Wargapun semakin ramai berdatangan dan ikut mengejar tersangka. Diduga karena pengemudi gugup lantaran terdesak massa, mobil tersebut akhirnya menabrak pohon kelapa di pekarangan warga sebelum akhirnya terhenti karena menabrak rumah milik P. Siringo-ringo (62).
JS bersama MR babak belur tak berkutik diamuk massa yang marah sebelum akhirnya diamankan pihak kepolisian.
Penulis: Andy Ebiet
Editor: Pahala Simanjuntak




























