Kilang Pertamina Sempat Terbakar, PLTGU Tambak Lorok Kena Imbas

Central Processing Plant (CPP) area Blok Gundih Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Blora terbakar hari ini. (Foto: Dok. Radar Kudus)

Jakarta, PONTAS.ID – Fasilitas pengolahan gas milik PT Pertamina (Persero) di Cepu, CPP Gundih, terbakar Kamis (9/4/2020) kemarin. Akibat kejadian tersebut, pasokan gas untuk PLTGU Tambak Lorok milik PLN jadi terhambat.

Direktur Bisnis Regional Jawa Madura Bali PLN, Haryanto WS, mengatakan, PLN masih menunggu perkembangan dari PT Pertamina (Persero).

Namun, Haryanto menegaskan, pasokan listrik tak mengalami gangguan akibat terbakarnya CPP Gundih. Kata dia, saat ini, masih ada cadangan Compressed Natural Gas (CNG) yang akan dipakai secara hemat sampai pasokan dari Pertamina siap kembali.

“Masih ada cadangan CNG,” beber Haryanto, dalam keterangannya, Jumat (10/4/2020).

LLebih lanjut dirinya mengatakan, karena cadangan masih aman, CNG hanya akan dipakai apabila diperlukan, hingga Pertamina kembali siap. Dampak dari pandemi Covid-19 membuat beban puncak kelistrikan di Jawa Bali turun sebesar 11,2% menjadi 23.700 megawatt.

“Cadangan kita sangat aman, lebih dari cukup dan cadangan CNG hanya akan dipakai bila diperlukan sampai Pertamina siap kembali,” tuntasnya.

Penulis: Riana

Editor: Stevanny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here