
Jakarta, PONTAS.ID – Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Investasi, Triharyo Soesilo, mengaku, merasa berdosa dengan masyarakat Indonesia timur karena masih banyak daerah yang belum tersambung listrik, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Diketahui, hingga saat ini di NTT masih ada 25.000 rumah tangga yang belum menikmati listrik.
“Kita dosa nih sama masyarakat timur terutama NTT. Jadi di Indonesia timur ini masih sangat banyak pekerjaan rumahnya,” kata Triharyo, di Jakarta, Kamis (6/2/2020).
Karenanya, ESDM pun akan membuka peluang keterlibatan swasta untuk membangun pembangkit maupun transmisi dalam mendorong percepatan rasio elektrifikasi 100% dan mengurangi kesenjangan ekonomi di wilayah 3T (Terluar, Terdepan dan Tertinggal).
Triharyo bilang, investor Amerika Selatan hingga Afrika dinilai memiliki kapabilitas bagus dalam melistriki daerah tertinggal.
“Arahan Pak Menteri (ESDM) coba dorong investor. Di dunia ternyata banyak investor yang dapat melistriki daerah tertinggal. Dari Amerika Selatan, Afrika, itu banyak sekali investor,” jelas Triharyo.
Triharyo mengklaim, akan mengejar rasio elektrifikasi mencapai 100% dalam 2 tahun ke depan.
“Pak Menteri ESDM (Arifin Tasrif) juga tanya ke kita kapan 100% nya? Beliau minta 2 tahun kalau bisa selesai. Mari kita laksanakan program ini kalau bisa 2 tahun selesai,” tandasnya.
Penulis: Ririe
Editor: Riana


























