Industri Sedang Kritis, Pemerintah Perlu Upaya Ekstra

Ecky Awal Muharam

Jakarta, PONTAS.ID – Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam meminta pemerintah untuk menggenjot sektor perindustrian.

“Perlambatan kinerja industri pengolahan semakin dalam dan terus bertahan, pemerintah perlu upaya ekstra untuk menjawab tantangan ini,” kata Ecky dalam keterangan pers, Jumat (8/11/2019).

Ecky menjelaskan, berbagai indikator terus mengonfirmasi kondisi tersebut. Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia, misalnya, telah menurun sejak lama. PMI mencerminkan keyakinan para manager bisnis di sektor manufaktur.

Pada Triwulan I-2019, PMI masih sekitar 50,4; dan menjadi 50,86 pada triwulan II-2019. Sementara itu pada triwulan III-2019, PMI hanya 49,23. PMI Oktober 2019 hanya 47,7.

Sebagaimana diketahui, nilai PMI ditetapkan 50; jika di atas 50 maka sektor manufaktur cenderung berekspnasi sedangkan di bawah 50 berarti sektor manufaktur berkontraksi.

Ecky menembahkan, selain PMI, ukuran paling nyata yang dapat menunjukkan penurunan performa industri manufaktur adalah indikator pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB). Lihat saja, pada 2015, kontribusi industri pengolahan terhadap PDB masih sekitar 20%-an, sedangkan pada Triwulan II-2019 hanya 19,5%.

Ecky mengkhawatirkan perlambatan kinerja sektor industri pengolahan, mempercepat deindustrialisasi dini.

“Jadi, fenomena deindustrialisasi dini itu sangat nyata. Deindustrialisasi dini menyebabkan ekonomi nasional tidak dapat mencapai potensi pertumbuhan ekonomi maksimal, penyerapan tenaga kerja hingga pemanfaatan sumberdaya. Sehingga, implikasinya sangat signifikan. Dampak lain dari deindustrialisasi muncul lewat lonjakan sektor-sektor informal, karena tenaga kerja yang dirumahkan dari sektor industri cenderung meningkat,”

“Salah satu pekerjaan yang paling mudah adalah bergerak di sektor informal. Kalaupun mau berwirasausaha, mereka terkendala masalah yang rumit, mulai dari skill hingga permodalan”, tutup Ecky.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Hendrik JS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here