Trotoar Dituduh Biang Macet, Bina Marga: Ini Konsistensi Lajur

Pekerja tengah mengerjakan proyek revitalisasi trotoar di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Jakarta, PONTAS.ID – Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho menegaskan pembangunan trotoar yang memakan badan jalan hingga membuat macet disebabkan adanya kebijakan konsistensi jalur jalan.

Hal ini untuk menjawab tudingan DPRD DKI Jakarta khususnya Komisi D bahwa pembangunan trotoar justru menjadi biang keladi kemacetan karena pelebaran tidak melihat kondisi jalan.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi D Ida Mahmudah dalam rapat pembahasan Kebijakan Umum APBD dan Plafon Prioritas APBD Sementara (KUAPPAS) 2020 yang berlangsung Rabu (6/11).

“Jadi gini, kami bukan menyempitkan jalan. Tapi kami membuat konsistensi lajur jalan. Jalan MH Thamrin itu ada tiga, empat jalur lagi, itu kami konsistensikan jadi tiga lajur. Jalan MT Haryono sekarang ada tiga dan empat lajur, nanti kami konsistensikan dua lajur tambah satu untuk busway,” ungkap Hari, Rabu (7/11/2019).

Ia menegaskan dengan adanya konsistensi lajur juga dapat menghindari penyempitan jalur atau bottle neck yang justru membuat kemacetan parah. Kajian hingga roadmap pembangunan trotoar sudah dilakukan guna melakukan pembangunan yang sesuai dengan kondisi dan karakteristik jalan.

Konsep pelebaran trotoar juga disebut memakan badan jalan karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hendak mengutamakan pejalan kaki. Dengan trotoar yang nyaman, diharapkan pengguna mau beralih berjalan kaki untuk jarak dekat serta mudah menjangkau angkutan umum.

“Artinya, ke depan itu dinomorsatukan pejalan kaki, baru pesepeda, angkutan umum, keempatnya baru angkutan pribadi. Mindset diubah,” tegasnya.

Pada KUAPPAS 2020 Dinas Bina Marga DKI mengusulkan anggaran senilai Rp1,2 triliun untuk membangun 100 km trotoar. Anggaran ini belum disetujui dan akan kembali dibahas pada Senin (11/11) mendatang.

Penulis: Hartono

Editor: Idul HM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here