Imbas Pernyataan The Fed, Harga Minyak Meroket

Ilusrasi Harga Minyak Naik (Foto: Mentalfluss Blogspot)

Houston, PONTAS.ID – Harga minyak naik di atas USD 61 per barel pada akhir perdagangan Jumat atau Sabtu (7/9/2019) pagi WIB.

Adapun, pemicunya adalah Ketua Federal Reserve (Fed), Jerome Powell, yang mengatakan bank sentral AS akan bertindak “sewajarnya” untuk mempertahankan ekspansi ekonomi di ekonomi terbesar dunia yang telah ditekan oleh ketidakpastian atas global perdagangan.

“Kewajiban kami adalah menggunakan alat kami untuk mendukung ekonomi, dan itulah yang akan terus kami lakukan. Kami jelas pada saat di mana ada berbagai pandangan,” kata Powell, di Universitas Zurich.

Kantor berita Xinhua menyatakan, patokan global, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November ditutup pada USD 61,54 per barel, naik USD 0,59 atau 1%. Sementara itu, patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober naik USD 0,22 atau 0,4% menjadi menetap di USD 56,52.

Brent membukukan kenaikan mingguan keempat berturut-turut, naik 1,8%, sementara WTI naik 2,6% minggu ini, didorong terutama oleh data ekonomi positif pada Rabu (4/9/2019) dari China, importir minyak terbesar dunia.

WTI memiliki dorongan tambahan minggu ini setelah Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan pada Kamis (5/9/2019) bahwa persediaan minyak mentah AS pekan lalu turun tajam — hampir dua kali lipat ekspektasi — dan untuk minggu ketiga berturut-turut.

Kedua acuan harga minyak telah menurun sebelumnya di tengah kekhawatiran tergelincirnya pertumbuhan lapangan pekerjaan AS dan berlanjutnya ketegangan perdagangan AS-China, meskipun ada kemajuan diplomatik baru-baru ini.

Sementara itu, Powell di sebuah acara di Swiss mengatakan, ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok telah membebani keputusan investasi perusahaan. Dia mengatakan, ketidakpastian seputar kebijakan perdagangan menyebabkan beberapa perusahaan menahan investasi.

Di sisi ekonomi, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan, total pekerjaan penggajian non-pertanian naik sebesar 130 ribu pada Agustus, dan tingkat pengangguran tidak berubah pada 3,7 persen.

Total pekerjaan penggajian non-pertanian Agustus turun dari angka revisi Juli sebesar 159 ribu, dan lebih rendah dari perkiraan Wall Street sebesar 150 ribu.

Penulis: Ririe

Editor: Andriyani

Previous articleRevisi UU KPK, Pengamat: Bola di Tangan Presiden, Silakan Tuan Pikirkan
Next articleGerindra Sebut Esemka Mirip Mobil China, Istana: Move On Dong!