Jakarta, PONTAS.ID – Senin (26/8/2019) lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengumumkan bahwa Ibu Kota baru berada di Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
Terkait hal itu, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), selaku subholding BUMN migas, mengaku siap menyalurkan gas di wilayah tersebut.
Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, mengatakan, ada keuntungan tersendiri dalam penunjukkan ibu kota baru, yakni berdekatan dengan sumber energi di wilayah Kalimantan Timur.
“Sumbernya masih sangat besar di dalam negeri, yaitu gas bumi ke berbagai daerah di Indonesia termasuk yang sumber pasoknya ada di sekitar wilayah ibu kota baru,” kata Rachmat, di Jakarta, Selasa (27/8/2019).
Lebih jauh, Rachmat mengatakan bahwa PGN hingga saat ini belum diberikan instruksi khusus terkait penyiapan infrastruktur gas di wilayah calon ibu kota baru.
Kata dia, PGN akan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan lain agar pemenuhan kebutuhan energi gas bumi dan energi lain dilaksanakan dengan perencanaan yang baik.
“Kami tentunya sangat mendukung rencana pemerintah, untuk terus memperluas pemanfaatan gas bumi sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi dan mewujudkan bauran energi gas bumi nasional sebesar 22 persen di tahun 2025,” tandasnya.
Penulis: Andriyani
Editor: Riana




























