Jakarta, PONTAS.ID – PT Pertamina (Persero) berharap dapat melakukan pengeboran sumur di Blok Rokan, pada tahun depan. Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan H. Samsu, pun mengungkapan, akan menggunakan dana internal dalam proses transisi pengelolaan blok Rokan tersebut.
Dharmawan mengatakan, sampai saat ini persiapan untuk bisa melakukan kegiatan di Blok Rokan sebelum kontrak baru berlaku di tahun 2021 terus dilakukan antara Pertamina, PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang ditengahi oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
“Pakai (dana) Internal semuanya. Sejauh ini kami punya keinginan yang sama baik, Chevron maupun Pertamina untuk bisa ngebor tahun depan,” ungkap Dharmawan, di Jakarta, belum lama ini.
Sebelumnya, Wakil Kepala SKK Migas, Fatar Yani Abdurrahman, mengatakan, ada beberapa bisnis model yang sedang didiskusikan agar Pertamina bisa masuk ke Blok Rokan pada akhir tahun atau awal 2020. Menurutnya, transisi dianggap penting untuk menjamin produksi blok Rokan tidak jatuh ketika alih kelola berlangsung.
“Ini kan udah mau selesai, jadi kontraktor lama tidak akan mau investasi banyak, ini tugas kontraktor baru. Makanya itu kita kejar bagaimana transisi ini harus berjalan,” bebernya.
Menurut data SKK Migas, realisasi lifting minyak blok Rokan di semester I tahun ini sebesar 190,6 ribu barel per hari. Capaian itu diperkirakan akan terus mengalami penurunan. Padahal menurut Fatar Yani seharusnya Chevron bisa menggenjot produksi bahkan sampai 400 ribu bph melalui metode Enhance Oil Recovery (EOR).
“Kemampuan Rokan 400 ribu bph kalau dilaksanakan EOR,” beber Fatar.
Menurut Fatar, Chevron enggan melanjutkan EOR yang sudah diuji coba lantaran harga minyak anjlok beberapa tahun lalu. Jikapun dimulai sekarang, kontraknya akan segera habis pada 2021 mendatang, maka dari itu EOR tidak dilakukan.
Penulis: Riana
Editor: Hendrik JS




























