Jakarta, PONTAS.ID – Pakar Pidana Universitas Pelita Harapan, Jamin Ginting meminta kepada panitia seleksi calon pimpinan (Pansel Capim) KPK untuk periode 2019-2023 mendatang harus memiliki kharisma yang bisa mengayomi semua komisioner KPK.
“Pimpinan KPK kedepannya harus bisa mengayomi semua bawahannya,” ujar Ginting dalam diskusi dialektika demokrasi ‘Mencari Pemberantas Korupsi yang Mumpuni’ yang digelar di Gedung Nusantara III Parlemen Senayan Jakarta Selatan, Kamis, (18/7/2019).
Capim KPK yang lolos seleksi tahap pertama sebanyak 192 orang. Pada Senin 22 Juli pansel KPK akan mengumumkan peserta yang akan lolos uji kompetensi.
“Jadi jika pansel Capim KPK tidak memilih pimpinan pada periode 2019- 2023 itu yang punya jiwa kharisma dan memiliki budaya mengayomi, saya khawatir pimpinan jalan kemana, anak buahnya mengarah kemana,” ungkap Ginting.
Ginting menambahkan, selain sosok mengayomi, calon pemimpin lembaga antikorupsi itu juga adalah orang yang disegani bukan ditakuti.
“Ibu Yenti Garnasih sebagai ketua pansel juga harus memikirkan itu, capim KPK bukan hanya dilihat dari sisi Akademis saja, tapi perlu melihat dari disisi manajemen,” tandas dia.
Kado Terindah
Ditempat yang sama, Anggota Komisi III DPR RI, Trimedya Panjaitan berharap pemilihan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jilid V dapat dilakukan pada periode sekarang. Hal itu menjadi kado Komisi III DPR periode 2014-2019.
Menurut Trimedya, Panitia Seleksi Calon pimpinan (Pansel Capim) KPK diharapkan dapat segera menyerahkan nama yang lolos seleksi kepada presiden dan diteruskan kepada DPR untuk menjalani fit and proper test.
“Jadi tergantung kepada Pansel, mudah-mudahan bisa diberikan periode yang sekarang ini dan Presiden tidak lama-lama menahan di Setneg, langsung diberikan kepada Komisi III dan Insya Allah bisa selesaikan dalam masa priode yang sekarang ini,” kata politisi dari PDI Perjuangan itu.
Jadi, lanjut Trimed, ini sebuah kado dari anggota Komisi III 2014-2019, selain misalnya Komisi III DPR bisa memberikan kado RUU KUHP, yang bisa diselesaikan dalam masa periode ini.
Trimedya juga berharap Pansel Capim KPK benar-benar menyeleksi dan dapat memberikan nama-nama yang memiliki kualitas yang baik untuk memimpin lembaga pemberantasan korupsi itu ke depan.
“Mereka ngerti nggak sih KPK ini, sejauh mana pengertian mereka soal KPK, apa kontribusi yang bisa mereka berikan kalau seandainya mereka menjadi calon pimpinan KPK. Kalau soal teknis ilmu pengetahuan yang tentu itu dibutuhkan, tinggal nanti Calon Pimpinan ini yang kita harapkan bisa memilih orang-orang kualitas,” harapnya.
Penulis: Luki Herdian
Editor: Risman Septian




























