DPR akan Bahas Surat Presiden soal Baiq Nuril di Rapat Bamus

Rieke Diah Pitaloka Intrupsi soal kasus Baiq Nuril

Jakarta, PONTAS.ID – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar sidang paripurna untuk mendengarkan tanggapan akhir pemerintah atas RAPBN 2020 yang sebelumnya sudah disampaikan oleh fraksi-fraksi di DPR.

Sebelum memulai sidang dengan mendengarkan tanggapan pemerintah diwakili Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Sidang Paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto membacakan beberapa surat yang masuk dari pemerintah untuk DPR.

Dan salah satu surat yang diterima adalah mengenai permintaan pertimbangan amnesti Baiq Nuril.

“Pimpinan dewan telah menerima dua surat yaitu surpres RI Nomor R-28/Pres/07/2019 tanggal 5 Juli 2019 hal permintaan pertimbangan. Untuk surat tersebut sesuai peraturan DPR nomor 1 2014 tentang tatib akan dibahas sesuai mekanisem yang berlaku,” kata Agus mengawali pembacaan surat masuk kepada anggota dewan hadir di rapat paripurna.

Setelah surat itu dibacakan dan meminta skorsing untuk mempersilahkan Menkeu berserta jajaran memasuki ruang sidang paripurna.

“Kami beri kesempatan kepada Ibu Sri Mulyani, Menteri Keuangan RI dan jajaran untuk masuk ke ruangan,” kata Agus.

Setelah skors dicabut, anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka langsung melakukan interupsi. Rieke meminta penjelasan pimpinan DPR soal surat pertimbangan yang telah dibacakan Agus tadi.

“Pimpinan, tadi kami kurang jelas. Ada surat masuk dari Presiden RI untuk meminta pertimbangan DPR RI. Dengan sangat hormat, kami mohon penjelasan surat dari presiden untuk meminta pertimbangan DPR RI tersebut, apakah pertimbangan amnesti kepada Saudara Baiq Nuril,” kata Rieke.

Dia melanjutkan, kalau memang benar surat pertimbangan itu untuk amnesti kepada Baiq Nuril, maka harus segera dibahas dalam rapat Badan Musyawarah (Bamus) setelah paripurna.

“Jika iya kami mohon bantuan kepada pimpinan DPR, semoga dalam rapat Bamus siang hari nanti dapat berjuang bersama untuk segera memberikan pertimbangan di komisi III DPR,” lanjut Rieke.

Untuk menjawab pertanyaan Rieke. Agus Hermanto membenarkan bahwa benar surat pertimbangan yang dimaksud adalah untuk amensti Baiq Nuril. Hanya saja, wakil ketua Dewan Permbina Partai Demokrat itu mengatakan, dalam surat tersebut belum ditulis lengkap.

“Terima kasih Ibu Rieke. Memang betul yang tadi sudah saya baca hal permintaan pertimbangan di sini memang belum ditulis, karena memang konsepnya belum ditulis, tetapi yang benar adalah untuk Baiq Nuril. Nanti siang ada rapat Bamus nanti juga akan dibahas di rapat Bamus,” tegas Agus yang juga politikus Demokrat ini.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Risman Septian

Previous articleRugikan Negara 19,2 M, Kejagung Ringkus Buronan Pajak Fiktif
Next articleSoal Larangan Berfoto di Pesawat, Ini Klarifikasi Garuda Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here