Jakarta, PONTAS.ID – Destinasi wisata di Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) saat ini semakin ramai, dengan kehadiran Taman rekreasi Saloka Theme Park, yang berada di Desa Lopait, Kecamatan Tuntang.
Pasca dibuka dan diresmikan secara langsung oleh Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya pada Sabtu (22/6/2019) kemarin, Saloka Theme Park menjadi kawasan taman rekreasi keluarga terbesar di Kabupaten Semarang, Jateng.
Sebelumnya untuk diketahui, jika mendengar kata Semarang yang terbayang dibenak pasti Kota Semarang, Tugu Muda, Lawang Sewu dan tidak ketinggalan Lumpia. Akan tetapi nyatanya Kota Semarang berbagi nama dengan Kabupaten Semarang? Hanya saja pamor Kabupaten Semarang hingga kini kalah dengan tetangganya tersebut.
Kabupaten Semarang beribukota Ungaran terletak di kaki gunung Ungaran dan sebelah selatan Kota Semarang. Sementara Saloka Theme Park, terletak di sekitar Danau Rawa Pening dan kaki Gunung Telomoyo, berjarak 40 kilometer dari Kota Semarang dan 60 kilometer dari Kota Solo.

Saloka Theme Park dibangun di atas lahan seluas 12 hektare. Pengunjung dapat menikmati 25 wahana permainan dan berbagai hiburan dalam 4 kawasan dengan tema berbeda yaitu Zona Pesisir, Zona Balalantar, Zona Segarapada, dan Zona Komayayi.
Tempat wisata ini adalah taman bermain dengan berbagai wahana permainan yang cocok untuk anak-anak maupun anak muda. Konsep taman bermain ini seperti Dunia Fantasi (Dufan) di Ancol, Jakarta Utara. Hanya saja, masih ada unsur kearifan lokal di Saloka Theme Park.
Ada sekitar 25 wahana yang bisa dinikmati para wisatawan disana, mulai dari wahana Galileo (wahana ilmu pengetahuan), Cakrawala, Jejogetan, Pakubumi, Bengak-bengok, Adu Nyali, Ecowisata Angon-Angon (hewan peliharaan), hingga Agrowisata Ijo Royo-Royo (wahana belajar holtikultura).

Tak hanya itu, disana juga banyak sekali tempat atau spot foto yang bisa digunakan untuk selfie. Karena letaknya yang berada di kaki-kaki perbukitan, sehingga membuat suasananya lebih sejuk dan menyenangkan. Cocok untuk refreshing dari rutinitas pekerjaan.
Jika ingin berkunjung ke sana, disarankan pada saat pagi atau sore hari. Jam buka pada pukul 08.00 WIB sampai 18.00 WIB saat hari kerja. Pada saat akhir pekan tutupnya hingga pukul 20.00 WIB, wisatawan dijamin bisa menikmati matahari terbenam di sana.
Terkait dengan harga tiket masuk, pihak Saloka Theme Park mematok harga 120 ribu rupiah untuk weekdays, sementara 150 ribu rupiah di kala weekend. Tiket ini sifatnya terusan dan bisa menikmati semua wahana di Saloka Theme Park.

Destinasi Utama
Saat acara peresmian, Menpar Arief meyakini bahwa Saloka Theme Park ini akan memperkuat dan membuat sektor pariwisata Jateng semakin menarik. Selain itu, menurutnya taman ini akan membawa kebahagiaan bagi masyarakat setempat, karena sektor pariwisata diyakini semakin kuat.
“Jateng paling beruntung dibanding provinsi lain karena akan ada 3 bandara internasional yaitu di Yogyakarta, Semarang, dan Solo. Dengan tiga ini akan menjadikan Jateng sebagai destinasi utama kelas dunia,” kata Arief dalam siaran pers Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Senin (24/6/2019).

Sementara itu Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo yang saat acara persemian diwakili oleh Kadisporapar Jateng, Sinoeng Noegroho Rachmadi, mengatakan sangat mengapresiasi atas dukungan Saloka Theme Park sehingga memberikan pilihan masyarakat untuk liburan.
“Jawa Tengah kaya akan pusat kesenian, pemandangan alam yang bagus, ditambah produk wisata menarik. Selain berwisata, di Saloka Theme Park pengunjung bisa beredukasi. Karena Saloka memiliki wahana science yang sangat menarik,” ujar Ganjar dalam pesan visualnya.
Bupati Semarang, Mundjirin pun menambahkan bahwa selama ini Kabupaten Semarang hidup dari industri pertanian dan pariwisata. Letaknya pun strategis diantara Joglosemar (Jogjakarta, Solo, Semarang).
“Kita berharap Saloka bisa semakin menghidupkan pariwisata Kabupaten Semarang. Apalagi Saloka memanfaatkan SDM lokal. Mudah-mudahan Saloka semakin besar dan terus berkembang,” tutur dia.

Acara Peresmian
Peresmian Saloka Theme Park ditandai dengan penandatanganan batu prasasti oleh Menpar Arief, yang didampingi oleh Direktur Utama Saloka Theme Park, David Santosa Prasetyo dan Komisaris Saloka Theme Park, Ary Prasetyo.
Dalam acara tersebut dimeriahkan oleh berbagai hiburan menarik. Mengawali acara, Arief disambut iringan Drumband Blek atau Drumblek khas Salatiga. Pengunjung juga mendapat hiburan dari Sinden Bule Agnez yang sangat fasih berbahasa Jawa, yang tampil diiringi Christian Orkestra. Ada juga pementasan legenda Rawa Pening dari Lodra Dancer.
Tak sampai disitu Grand Opening Saloka Theme Park juga dimeriahkan dengan berbagai macam sajian hiburan yang menarik. Salah satunya Water Fountain, yaitu, aksi air mancur yang menari.

Namun, kemasannya dibuat berbeda dimana kali ini dirangkai dengan sebuah jalan cerita. Tepatnya cerita mengenai naga bernama Loka. Yang menarik, seluruh visual yang ditampilkan, beralatar belakang air mancur dan atraksi ini pun membuat seluruh pengunjung terpukau.
Kemudian aksi seru lainnya yaitu penampilan group band The Rain dan bintang utama sekaligus penutup acara, Via Vallen.
The Rain membawakan 6 lagu hits yang membawa pengunjung ikut bernyanyi, yang ditutup dengan lagu berjudul ‘Terlatih Patah Hati’. Sedangkan bintang tamu utama, Via Vallen membawakan serangkaian lagu yang ditutup dengan lagu ‘Meraih Bintang’ diikuti oleh seluruh pengunjung yang hadir.

Keseruan pun bertambah, saat Via Vallen mengajak Menpar Arief dan CEO Saloka David menyanyikan lagu ‘Sayang’ di atas panggung. Acara peresmian pun ditutup dengan permainan kembang api yang ditembakkan ke udara diiringi alunan musik perkusi.
Acara pembukaan tersebut juga turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jateng Sinoeng Noegroho Rachmadi, Pangdam IV/Diponegoro Mochamad Effendi, dan Wakil Walikota Semarang Hevearita G. Rahayu.
Sejak soft opening pada 15 Desember 2018 hingga April 2019, tercatat 420 ribu pengunjung telah berwisata di Saloka Theme Park ini.
Penulis: Risman Septian
Editor: Luki Herdian
















