Jakarta, PONTAS.ID – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang mencatat bahwa masyarakat membanjiri destinasi wisata yang ada di kota lumpia tersebut, pada H+2 lebaran atau tepatnya pada Hari Sabtu (8/6/2019) kemarin.
Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari menjelaskan bahwa lonjakan wisatawan sebenarnya sudah terjadi sejak H+1 Lebaran atau Jumat (7/6/2019). Dan salah satu destinasi wisata di Semarang yang banyak diminati pengunjung yakni Goa Kreo, Kecamatan Gunungpati.
“Goa Kreo pada hari Lebaran hanya dikunjungi 989 orang. Sehari kemudian, jumlahnya membludak menjadi 3.105 pengunjung dan H+2 naik lagi menjadi 3,645 orang,” kata Indriyasari, Senin (10/6/2019).
Hal tersebut, lanjut dia, berbanding lurus dengan peningkatan okupansi hotel di Kota Semarang. Pada tanggal 5 dan 6 Juni 2019 misalnya, tingkat okupansi hotel di kota ini mencapai 100 persen.
Peningkatan pengunjung juga terjadi di Taman Satwa Semarang. Direktur Taman Satwa Semarang, Samsul Bahri Siregar menyatakan, pada hari pertama Lebaran hanya 3.448 orang.
“Kemudian meningkat pada H+1 lebaran menjadi 12.457 sesuai prediksi Pak Wali,” ujar Samsul dalam kesempatan terpisah.
Sementara itu Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menuturkan bahwa jajaranya telah bekerja keras untuk mengubah citra kota transit di Semarang, menjadi kota tujuan wisatawan.
“Kalau bicara pemudik pasti tujuan utamanya adalah kampung halamannya masing – masing. Maka strategi kami adalah bagaimana agar mulai H+1 lebaran para pemudik bisa bergeser liburan ke Semarang,” tutur pria yang akrab disapa Hendi ini.
Untuk itu, tambahnya, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengkonsentrasikan promosi wisata di wilayah sekitar Kota Semarang dan Jawa Tengah.
Bukan hanya itu, Hendi mengatakan, beberapa pelayanan juga tidak diliburkan. Tujuannya supaya pemudik di Semarang bisa tetap tinggal dan sekaligus mengurus keperluannya.
“Contohnya, pemudik bisa tetap mengurus administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan Catatan Sipil Semarang,” imbuh dia.
Sebelumnya pihak Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah menyebutkan bahwa pada masa libur lebaran 2019 ini, setidaknya ada pergerakan 30 juta wisatawan nusantara (wisnus) di seluruh Indonesia.
Dari angka tersebut kemudian diyakini mampu meningkatkan perputaran uang yang cukup tinggi di sejumlah daerah wisata. Momentum itulah kemudian yang coba diambil oleh Hendi untuk menggenjot roda ekonomi di kota yang dipimpinnya tersebut.
Penulis: Risman Septian
Editor: Stevanny



























