
Jakarta, PONTAS.ID – Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor terus memantau banjir yang melanda wilayah Samarinda, Tenggarong, Bontang, Sangatta dan sejumlah daerah yang terjadi sejak Minggu (9/6/2019). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim melaporkan keseluruhan korban banjir kali ini diprediksi mencapai lebih 5 ribu jiwa.
“Kita sangat prihatin dengan musibah banjir yang melanda beberapa daerah di Kaltim. Saya berharap masyarakat tetap tabah menghadapi cobaan ini,” kata Isran Noor melalui keterangan resminya, usai memimpin apel hari pertama kerja pasca Idul Fitri 1440 H di halaman Kantor Gubenur Kaltim, Senin (10/6/2019).
Isran mengatakan, untuk membantu para korban telah menurunkan Satpol PP Kaltim, Dinas Sosial dan BPBD, Pemprov Kaltim bekerjasama dengan instansi teknis dan para relawan.
Isran menambahkan Pemprov Kaltim juga telah berkoordinasi dengan para bupati/walikota terdampak banjir untuk melakukan langkah-langkah antisipasi dan penanganan bantuan dan evakuasi korban dan mendirikan dapur umum.
“Curah hujan yang tinggi dan terjadinya pendangkalan Sungai Karang Mumus, Sungai Karang Asam dan Sungai Air Putih diperkirakan menjadi penyebab banjir. Gubernur memprediksi pendangkalan dari ketiga sungai tersebut sudah mencapai 75 hingga 80 persen,” bebernya.
Nuansa Baru
Sementara itu, dalam acara silaturahmi dengan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Setdaprov Kaltim pasca hari raya Idul Fitri 1440 H, Isran berharap momen Ramadhan, lebaran dan silaturahim menjadi ajang evaluasi diri sekaligus meningkatkan semangat pengabdian.
“Ramadhan dan silaturahim ini membawa hikmah baik bagi ASN yang bertanggung jawab dalam menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan serta memberikan pelayanan publik,” ujar mantan Bupati Kutai Timur ini.
Hari pertama masuk kerja menurut dia, harus dibarengi semangat barudan harus bisa memberikan nuansa baru agar bisa melaksanakan berbagai program pembangunan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Semangat jangan sampai kendor dalam melaksanakan tugas dan fungsi selaku abdi negara dan abdi masyarakat,” imbuhnya.
Isran menambahkan disiplin kerja dan kinerja ASN dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya harus terus ditingkatkan. Sebab, penegakan disiplin berkinerja pegawai merupakan kunci sukses program pembangunan.
“Pengabdian ASN harus semakin baik dan mampu melayani bukan berharap dilayani. Jangan cepat merasa puas dengan apa yang dicapai. Terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kualitas diri untuk menunjang kinerja terbaik,” harap Isran Noor.
Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Hendrik JS



























