Polri Imbau Pendemo KPU Bubarkan Diri Usai Tarawih

Jakarta, PONTAS.ID – Polisi memberikan waktu hingga salat tarawih bagi massa yang tengah berunjuk rasa di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Toleransi itu diberikan supaya tidak ada massa menginap di KPU,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2019) malam.

Dedi juga mengimbau agar aksi massa tidak mengganggu aktivitas warga lain, tidak mengganggu keamanan dan ketertiban, menaati undang-undang yang berlaku, menghormati norma dan moral masyarakat, dan menaati serta menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.

“Dari informasi terakhir yang saya dapatkan bahwa batasan akhir toleransi massa yaitu salat tarawih dan dimohon tidak mengganggu hak masyarakat lainnya,” ujar Dedi.

Dedi juga memastikan pihaknya akan membubarkan massa yang melewati batas waktu toleransi tersebut.

“Kalau tidak diindahkan maka sesuai UU Nomor 9 tahun 1998 Pasal 15 aparat Polri dapat membubarkan. Tidak boleh menginap,” tuturnya.

Sementara itu, sejumlah objek vital yang diamankan polisi adalah KPU, Bawaslu, Istana, Gedung DPR, hingga Kedutaan.

Selain itu, saat ini terpantau massa aksi pun berkumpul di depan Gedung Bawaslu RI, Jakarta Pusat.

Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Hendrik JS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here