Gerbang Cikarang Utama Dibongkar, PUPR: akan Ada Penyesuaian Tarif Tol

Gerbang Tol Cikarang Utama

Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membongkar Gerang Tol Cikarang Utama. Keputusan ini dipastikan akan berdampak pada penyesuaian tarif tol pada beberapa ruas.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Danang Parikesit mengatakan, penutupan Gerbang Tol Cikarang Utama membuat sistem pembayaran tol menjadi terbuka, sehingga untuk dari arah Cawang akan dikenakan penarikan pada pintu keluar. Sedangkan dari arah sebaliknya, dikenakan pada pintu masuk tol.

“Saya dengan teman Jasa Marga bilang begini, boleh mengubah sistem transaksi tapi nggak boleh menambah keuntungan,” kata Danang di Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Jasa Marga pun membagi empat wilayah dalam penetapan tarif dampak dari penutupan GT Cikarang Utama.

Direktur Operasional II PT Jasa Marga Subekti Syukur menyebutkan, Wilayah 1 Jakarta- Pondok Gede Barat tarif tidak mengalami perubahan, untuk golongan 1 misanya dikenakan Rp 1.500. Wilayah 2 Jakarta – Cikarang Barat dengan tarif golongan 1 Rp 4.500.

Wilayah 3 Jakarta-Karawang Timur tarif golong I menjadi Rp 12.000. Wilayah 4 Jakarta-Cikampek dikenakan tarif Rp 15.000 untuk golongan I.

Atas kebijakan tersebut, maka untuk wilayah 3 mengalami dampak tarif menjadi lebih mahal. Seperti Jakarta – GT Cibatu dari sebelumnya Rp 6.000 menjadi Rp 12.000, GT Cikarang Barat- Cibatu dari Rp 1.500 menjadi Rp 12.0000, dan dari Cikarang Barat ke Cikarang Timur naik dari Rp 2.500 menjadi Rp 12.000.

“Implikasi ada penyesuaian tarif, dari Cawang hingga Pondok Gede timur Rp 1.500 tetap. Setelah beroperasi Cikampek Utama dan Kalihurip jarak jauh sama Rp 15.000, sedangkan hingga Gate Karawang Timur dari Rp 10.500 jadi Rp 12.000 ini saja yang mengalami perubahan,” paparnya.

Kurangi Waktu Henti

Sementara itu masih kata Danang, dengan dibongkarnya Gerbang Tol Cikarang Utama. Ini dilakukan untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas di ruas Tol Jakarta-Cikampek.

Menurut Danang, pembongkaran Gardu Tol Cikarang Utama bertujuan untuk mengurangi waktu henti kendaraan yang hendak transaksi, selain itu juga mengurangi kelokan sehingga meminimalisir pengurangan kecepatan. Salah satu pemicu pembongkaran Gardu Tol Cikarang Utama adalah kepadatan lalu lintas ruas tol Jakarta-Cikampek.

“Manfaat yang Kita perolehan berkurang frekuensi berhenti kendaraan, secara masif akan berkurang waktu berhenti kendaraan, perbaikan lalu lintas akibat proyek,” tandasnya.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Risman Septian

Previous articlePariwisata Bunaken Terkendala Listrik yang Belum 24 Jam
Next articleSoal Ajakan Pemboikotan Pajak, Menkeu: Masalah Pajak Diatur Undang-Undang