Menpar Sebut 3 Hal Cara Menarik Kunjungan Wisatawan Milenial

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya. (dok.Kemenpar)

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya menyebut bahwa ada tiga hal yang perlu diadakan untuk menarik kunjungan wisatawan milenial yakni TVC milenial (TV Commercial yang millennial friendly), destinasi milenial, serta event milenial.

Dalam acara Millennials Tourism Corner, yakni kegiatan ngabuburit bersama pelaku bisnis digital dan 100 anak muda milenial dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta, yang digelar di Upnormal Coffee Roaster Wahid Hasyim, Jakarta, Arief menegaskan bahwa ketiga hal itu harus memenuhi kebutuhan kaum milenial, yakni kebutuhan untuk diakui di sosial media.

“Selera milenial itu bagi saya unik. Mereka menyukai tempat-tempat tidak biasa hingga cara memperkenalkan sebuah daerah yang tidak biasa. Tapi anehnya hal tersebut disukai. Jadi, kaum milenial sebaiknya diberi kebebasan untuk menentukan sendiri konten publikasi, destinasi, dan event yang ingin mereka kunjungi,” kata Arief, Rabu (15/5/2019).

Wisatawan milenial, lanjut dia, memiliki potensi yang besar untuk terlibat dalam pengembangan pariwisata. Mereka bisa mempromosikan pariwisata dengan cara meng-upload foto destinasi yang dikunjungi. Dalam waktu yang sama, mereka juga bisa membangun ekosistem pariwisata.

“Wisatawan milenial memiliki ‘power’ karena mereka ‘besar dan berisik’ tapi belum dilayani dengan baik. Hal inilah yang akan dilakukan Kemenpar, yakni memfasilitasi kesediaan pariwisata terbaik bagi kaum milenial,” ujar Arief.

Ditempat yang sama, Ketua Tim Percepatan Milenialls Kemenpar, Gabriella Patricia mengatakan bahwa tim yang dipimpinnya itu dibentuk untuk meningkatkan kunjungan wisatawan yang banyak dilakukan oleh kaum milenial.

“Kaum milenial diharapkan bukan hanya sebagai pelaku wisata, tapi juga sebagai ekosistem pariwisata, sehingga promosi pariwisata yang dilakukan bisa berdampak lebih besar lagi,” tutur Gabriella.

Sementara itu Co-Founder Tiket.com, Gaery Undarsa mengatakan bahwa pertumbuhan kaum milenial begitu besar. Saat ini, 30 persen pekerja Indonesia adalah kaum milenial. Pada tahun 2020 akan ada 50 persen pekerja kaum milenial. Sementara tahun 2030, akan ada 75 persen pekerja kaum milenial.

“Kita bisa mempelajari kebiasaan mereka yang menyukai sesuatu yang mudah. Biasanya mereka lebih percaya rekomendasi dari teman dibanding iklan,” kata Gaery.

Dilanjutkannya, layanan aplikasi mobile yang dikembangkan oleh tiket.com belakangan ini merupakan hasil telaah dari penelitian yang menyebutkan bahwa kaum milenial lebih suka melakukan perencanaan pariwisata menggunakan handphone.

Masih dari sisi sosial media, Manajer Penjangkauan Politik dan Pemerintah Facebook, Noudhy Valdryno mengatakan bahwa Jakarta merupakan kota paling instragamable.

“Jakarta itu menarik bagi para milenial. Di Jakarta, kita bisa melakukan berbagai aktivitas menarik yang bisa di upload,” jelas Noudhy.

Dia lantas mengimbau agar peserta Millennial Tourism Corner untuk merekam dan memviralkan berbagai destinasi pariwisata di Indonesia. Hal tersebut dinilai dapat membantu Kemenpar untuk mempromosikan pariwisata Indonesia.

Penulis: Risman Septian
Editor: Idul HM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here