Soal Pemindahan Ibu Kota, BI Masih Kaji Dampak Ekonomi

Pulau Kalimantan Jadi Wacana Pemindahan Ibu Kota

Jakarta, PONTAS.ID – Wacana pemindahan Ibu Kota akan dilakukan Pemerintah ternyata mendapat perhatian dari Bank Indonesia (BI). BI pun mengaku masih perlu mengkaji dampak ekonomi atas wacana itu.

“Kami masih mempelajari, konsepnya (pemindahan ibu kota) seperti apa. Belum mengkaji ya. Bank Indonesia masih ingin melihat dulu seperti apa konsepnya ibu kota baru,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko di Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Onny mengungkapkan, kajian BI baru dilakukan setelah berkoordinasi dengan pemerintah terkait rencana tersebut.

“Setelah koordinasi baru ada kajian dan baru ada pandangan dari Bank Indonesia,” ujarnya.

Pemerintah sendiri masih mematangkan rencana pemindahan ibu kota negara tersebut.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati masih menunggu perencanaan matang dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait anggaran dan skema biaya untuk pemindahan ibu kota tersebut.

“Jadi untuk saat ini kami akan menunggu sampai perencanaan itu matang dan kalau perencanaan itu matang berarti estimasi dari anggarannya akan jauh lebih akurat,” ujar Sri Mulyani, Selasa (30/4/2019).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro memproyeksi pemindahan ibu kota dari Jakarta ke kota lain membutuhkan dana sekitar US$23 miliar 33 miliar atau Rp323 triliun-Rp466 triliun.

Dari sisi sejarah kebencanaan, wilayah Sumatera bagian timur, Sulawesi bagian timur, dan Kalimantan secara keseluruhan disebut Bambang paling potensial karena minim terjadi bencana.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Risman Septian

Previous articleResmikan Bendungan Gondang, Jokowi: Sebagai Sumber Irigasi
Next articleJelang Ramadan, Pertamina Tambah Pasokan 1 Juta Tabung LPG 3 kg