Menpar Tegaskan Konektivitas Kunci Sukses Jaring 20 Juta Wisman ke Indonesia

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya menegaskan konektivitas udara menjadi kunci sukses untuk menjaring kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), sekaligus mewujudkan target kedatangan 20 juta wisman ke Indonesia.

Dalam kunjungan ke Angkasa Pura (AP) I dan Angkasa Pura (AP) II sebagai pengelola bandara di Indonesia, Arief mengatakan bahwa selama ini konektivitas udara masih menjadi problem mendasar untuk mendatangkan wisman ke Tanah Air.

Kunjungan Arief ke pengelola bandara ini mempertimbangkan karena otoritas bandara menjadi salah satu “Key Success Factor” (KSF) bagi pencapaian target kunjungan wisman ke Indonesia.

Kemudian trafik di sebagian besar bandara Internasional di Indonesia telah melampaui kapasitas, seperti halnya di DPS (Bali) dan CGK (Banten) yang merupakan pintu gerbang utama bagi wisman, juga beberapa bandara lainnya yang banyak diminati oleh wisman, seperti SUB (Surabaya), JOG (Jogja), dan BDO (Bandung).

Arief menuturkan, bahwa Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat data kunjungan wisman yang datang ke Indonesia pada 2017 rata-rata lebih dari 55 persen menggunakan full service carrier (FSC), dan sisanya menggunakan Low Cost Carrier (LCC).

Namun, ternyata pertumbuhan FSC rata-rata hanya 12 persen, jauh di bawah LCC yang tumbuh rata-rata 21 persen pertahun.

“Untuk itu Indonesia harus mempunyai Low Cost Carrier Terminal (LCCT). Secara de facto Terminal 2F Bandara Soeta sudah menjadi LCCT airport sejak 1 Maret 2019, dan pada 1 Mei 2019 secara de jure Terminal 2F sudah menjadi LCCT,” kata Arief dalam siaran pers Kemenpar, Senin (25/3/2019).

Untuk infrastruktur bandara sendiri, saat ini sedang terus dikebut. Pembangunan infrastruktur baru seperti Airport New Yogyakarta Internastional Airpot (NYIA) yang akan beroperasi pada April 2019 dan beroperasi untuk internasional pada Oktober 2019 akan mendongkrak jumlah pengunjung ke Candi Borobudur.

“Pengoperasian NYIA akan meningkatkan jumlah wisatawan di Borobudur yang semula berkisar 1 juta bisa meningkat mencapai 2 juta orang. Lalu second rapid Exit Taxi Way di Ngurah Rai diharapkan rampung pada Oktober, dampaknya akan menambah jumlah penumpang sampai 39 juta yang saat ini sebanyak 29 juta,” ujarnya.

Dari sisi maskapai, lanjut Arief, tidak kurang dari 40 maskapai (bendera nasional maupun asing) terbang membawa wisman ke Indonesia.

Terdapat 5 Top-Airlines dengan share international seats capacity terbesar yang pertama adalah AirAsia Group 22 persen, lalu Garuda Indonesia Group 16 persen, Lion Air Group 14 persen, Singapura Airlines Group 10 persen, dan JetStar Group 7 persen yang berkontribusi terbesar dalam membawa wisman ke Indonesia.

“Berkat sinergi kerja bersama pengelola bandara AP1 dan AP2 serta AirNav-lah yang memungkinkan kemampuan bandara di Ngurah Rai dan Soekarno Hatta meningkat, sehingga memungkinkan Airlines untuk menambah kapasitas internasional seats capacity-nya,” tukas Arief.

Penulis: Risman Septian
Editor: Stevanny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here