Karantina Pangkal Pinang Lepas Ekspor 780 Ton Karet dan Lada

Jakarta, PONTAS.ID – Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Pangkalpinang lepas ekspor Komonditas Karet dan lada ketiga Negara sekaligus yakni Tiongkok, Pakistan dan Prancis seberat 780 ton, Jumat (15/3/2019).

Kepala Balai Karantina Pangkalpinang, Syaifudin Zuhri, mengatakan pelepasan ekspor karet dan lada ini dari dua Perusahaan yakni PT Fajar Berseri dan PT Makro Jaya Lestari.

Syaifudin mengatakan jumlah karet lempengan dan lada biji yang diekspor ke tiga negara itu sebanyak 780 ton dengan rincian, PT Fajar Berseri ke Tiongkok 605 ton karet dan Pakistan 160 ton.

“Untuk Tiongkok ini nilainya Rp10 miliar lebih, ke Pakistan 160 ton nilainya Rp2 miliar, sedangkan PT Makro Jaya Lestari Lada Biji sebanyak 15 ton nilai komonditas Rp900 juta, sehinga total keseluruh 780 ton Rp14,6  miliar,” kata Syaifuddin, Jumat (15/3).

Ia menjelaskan 780 lada dan karet yang akan di eksport dimuat dalam 39 kontainer. Pada hari ini secara simbolis dilepas 11 kontainer.

“Total ada 39 kontainer tapi yang kita lepas secara simbolis 11 kontainer, yang lain sudah berada di pelabuhan,” ujarnya.

Kegiatan ini menurutnya adalah Program Agro Gemilang 2019 (Ayo Galakan Ekspor Generasi Milenial Bangsa) pelepasan ekspor komoditas pertanian karet lempengan dan lada biji.

Ia menambahkan pada tahun 2018 lada biji telah di ekspor kebeberapa negara Singapura, Jerman, Belanda, Prancis, India, Vietnam, Taiwan, Jepang, Malaysia, Korea Selatan, Pakistan, Amerika Serikat, Arab Saudi dan Oman, dengan volume 2.601 ton frekuensi 193 kali nilai ekonomis.

“Pada 2017 lalu ekspor lada kita 2.508 ton, sedangkan untuk karet 15.604 ton, jika dibandingkan dengan 2018 untuk karet terjadi peningkatan 93 ton,” ungkap  dia.

Pelepasan ekspor tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Pusat Karantina  Hewan dan Keamanan Hewan Agus Sunanto.  Agus mengharapkan, ekspor ini didukung bersama.

“Apa yang terjadi kendala atau sumbatan sampaikan ke pusat. Jika ada kendala tolong  sampaikan, eskpor ini harus kita dukung bersama,” kata Agus.

Staf Ahli Gubernur Bidang kemasyarakatan dan SDM, Toni Batubara mengatakan harga lada, karet dan sawit mandiri di tingkat petani masih belum layak. Menurutnya, petani hanya sebagai pekerja, sementara yang menikati hasil bukan petani mereka yang bermain di pasar panen.

“Ke depan, semua kita membantu petani kita agar program yang dihasilkan bisa dinikmati bersama-sama,” kata Toni.

Ia menambahkan, Babel  paling sedikit eskpor lada berdasarkan data 30 ribu ton per tahun.

“Akan tetapi yang tercatat di Diperindag data ekspor kita 6 ribu ton sisanya kemana. Lada kita keluar lewat provinsi lain, tanpa ada data di kita, kedepan tidak boleh terjadi,” ucapnya.

Penulis: Hartono

Editor: Idul HM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here