Menpar Tinjau Rintisan KEK Pariwisata Sungai Liat Babel

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya meninjau lokasi rintisan yang akan dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Sungai Liat, di Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Pada kesempatan itu, Arief memantau fasilitas amenitas dan atraksi yang ada kawasan Sungai Liat sambil berdiskusi dengan pengelola KEK mengenai pengembangan KEK Pariwisata. Diamemberi masukan terkait pengelolaan kawasan tersebut agar dapat menjadi daya tarik wisata.

Ada tiga lokasi yang sempat disambangi Arief. Yang pertama adalah Pantai Tikus Emas yang dikenal memiliki daya tarik wisata pantai dan sudah sangat diminati wisatawan. Rencananya di lokasi itu akan dibangun sejumlah sarana hiburan pendukung yakni spot untuk swafoto, ATV, dan lapangan voli.

Bersama Wakil Bupati Bangka, Syahbudin dan Direktur PT Pantai Timur Sungai Liat, Thomas Jusman, Arief pun menyempatkan untuk melepas tiga ekor penyu dari Pantai Tikus Emas, Kabupaten Bangka.

“Ini (pelepasan penyu) dilakukan sebagai simbol kepedulian dari pemerintah dan pihak terkait terhadap pelestarian alam, untuk keberlangsungan pariwisata,” kata Arief dalam siaran pers Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Jumat (15/3/2019).

Beranjak dari lokasi itu, Arief mengunjungi Puri Tri Agung yang merupakan sebuah destinasi wisata religi. Lokasinya berada di gugusan perbukitan, menghadap langsung ke Laut China Selatan. Puri Tri Agung berada di jalur lintas timur Bangka berjarak sekitar 20 kilometer dari Kota Pangkal Pinang.

Arief mengaku sangat kagum dengan bangunan berbentuk bulat dan tinggi hampir 30 meter, di dalamnya terdapat patung dan tempat sembahyang. Selain bangunannya yang megah, taman di depan Puri Tri agung pun luas dan hijau, sehingga sangat menarik untuk digunakan sebagai lokasi swafoto.

Di akhir kunjungannya, Arief menyambangi lokasi pembangunan Taman Bintang Samudra yang merupakan taman wisata. Rencananya, pembangunan gedung kantornya akan selesai pada Agustus 2019, sementara pembangunan taman dilakukan pada tahap berikutnya. Lokasi ini akan dibuat sebagai lokasi wisata buatan.

“Saya harap kunjungan ke tiga lokasi ini dapat menstimulus pengelola kawasan, agar semakin baik dalam mengelola daerah yang akan dirintis sebagai kawasan ekonomi khusus,” tukasnya.

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here