Raker Kemendag 2019, Dorong Peningkatan Nilai Tambah dan Daya Saing

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita menyatakan bahwa Kementerian Perdagangan (Kemendag) siap menghadapi berbagai tantangan global dan domestik yang akan memengaruhi kinerja perdagangan saat ini.

Untuk itu, penting bagi Kemendag meningkatkan perdagangan yang bernilai tambah dan berdaya saing di tingkat global guna mencapai target kinerja sektor perdagangan di tahun 2019.

Demikian disampaikan Enggar pada pembukaan Rapat Kerja (Raker) Kemendag tahun 2019 yang mengusung tema ‘Meningkatkan Perdagangan Bernilai Tambah dan Berdaya Saing’, di Tangerang, Selasa, (12/3/2019).

Raker yang dibuka secara resmi oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) tersebut akan berlangsung pada 12-13 Maret 2019 dan dihadiri 422 peserta yang terdiri atas Pejabat Eselon I, II, dan III Kemendag, para perwakilan perdagangan di luar negeri, para kepala dinas provinsi yang membidangi perdagangan, serta pelaku usaha.

“Raker tahun ini akan menekankan pada upaya menjalin sinergitas antar kementerian/lembaga, pemda, dan pelaku usaha dalam merumuskan langkah-langkah pencapaian target kinerja Kemendag di tahun 2019. Dengan tema yang diusung tahun ini, kami ingin mewujudkan cita-cita Indonesia agar menjadi lebih unggul dan berdaya saing dalam persaingan global,” kata Enggar.

Dia pun menuturkan, bahwa target kinerja sektor perdagangan tahun 2019 yaitu menjaga tingkat inflasi pada angka 3,5 persen, meningkatkan pertumbuhan ekspor nonmigas 7,5 persen, dan membangun/merevitalisasi 1.037 pasar rakyat.

Untuk itu, agar dapat unggul dan berdaya saing di kancah global, Raker Kemendag 2019 akan membahas lebih mendalam berbagai upaya yang telah dijalankan selama ini, untuk mewujudkan peningkatan nilai tambah dan daya saing perdagangan Indonesia.

“Yaitu dengan optimalisasi distribusi perdagangan, optimalisasi peran ekonomi digital, dan pengembangan perdagangan luar negeri terpadu,” ujar Enggar.

Optimalisasi distribusi perdagangan pun akan dilakukan dengan membangun/merevitalisasi lima ribu pasar rakyat secara fisik maupun nonfisik; memanfaatkan gerai maritim untuk menurunkan disparitas harga dan dapat menjangkau daerah terpencil, terluar, tertinggal, dan perbatasan; serta menjadikan sistem resi gudang menjadi bagian dari upaya stabilisasi harga bahan pokok dan mendorong kinerja ekspor komoditas.

“Selain itu, unit metrologi legal harus mendorong standardisasi sarana perdagangan agar sektor perdagangan semakin berkualitas dan berdaya saing. Optimalisasi peran ekonomi digital juga dilakukan dengan mendorong peningkatan produk UMKM Indonesia memasuki laman pemasaran (marketplace) lokal,” tutur Enggar.

Dia mengingatkan, bahwa pertumbuhan nilai transaksi perdagangan elektronik Indonesia tumbuh 49 persen per tahun pada periode 2015-2018, dan nilainya mencapai 27 miliar dolar AS pada 2018.

Diprediksi, nilainya akan menjadi 130 miliar dolar AS pada 2020 dengan jumlah pembeli mencapai 65 juta orang. Sementara berdasarkan survei IdEA, baru sekitar 16 persen UMKM memanfaatkan niaga elektronik (e-commerce).

“Daya saing digital Indonesia masih perlu ditingkatkan. Produk UMKM Indonesia harus menjadi tuan rumah di platform niaga elektronik lokal,” tegas Enggar.

Sedangkan, pengembangan perdagangan luar negeri terpadu akan berkontribusi pada peningkatan partisipasi Indonesia dalam rantai nilai global (global value chain/GVC). Enggar menekankan bahwa fokus pemilihan industri menjadi kunci penting bagi peningkatan ekspor produk bernilai tambah.

Saat ini Indonesia masih bergantung pada ekspor produk agrikultur dan barang tambang yang sedikit memberikan nilai tambah. Sementara itu, perjanjian dan kerja sama perdagangan juga harus ditingkakan karena terbukti meningkatkan nilai ekspor nonmigas.

“Untuk itu, kita akan mendorong promosi ekspor terpadu, dimana kegiatan promosi ekspor tidak lagi terpisah, namun terintegrasi dengan perundingan kerja sama perdagangan dan pengamanan perdagangan,” pungkas Enggar.

Editor: Risman Septian

Previous articleTersingkir di Liga Champions, Zidane Fokus 11 Pertandingan Terakhir
Next articlePembebasan Siti Aisyah, TKN: Bukti Negara Lindungi Warganya