Polri, HIPMI, dan GP Ansor Dukung Kampanye Milenial Anti Hoaks

Jakarta, PONTAS.ID – Kepala Biro Multimedia Mabes Polri, Brigjen Pol Budi Setiawan menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung niat baik dari sekelompok pemuda milenial yang menamakan dirinya Generasi 1 Indonesia (G1I), yang mendeklarasikan kampanye ‘Milenial Cerdas Anti Hoaks, Siap Kawal Pemilu Damai’.

Pasalnya menurut dia, kegiatan tersebut bisa mendukung gerakan anti hoaks yang juga tengah digalakkan oleh Pemerintah RI pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada saat ini. Terutama menjelang pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, dimana hoaks semakin banyak tersebar di media sosial (medsos).

“Generasi milenial merupakan generasi penerus bangsa, calon pemimpin bangsa. Oleh karena itu kita sangat mengharapkan agar kalian ini dapat mencerna segala berita, kabar, ataupun ajakan dengan baik. Ingat segala sesuatu harus kita cek terlebih dahulu,” kata Budi saat menghadiri acara deklarasi itu di kawasan Car Free Day (CFD), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (3/2/2019).

Ditempat yang sama, pengusaha muda dan perwakilan dari Dewan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (DPP HIPMI), Harry Warganegara Harun mengatakan bahwa pihaknya mendukung aktivitas ini guna membantu kaum milenial untuk lebih cerdas dalam memilih berita.

“Ada tiga macam berita hoax. Satu, berita yang dari judul, gambar, dan isi semuanya bohong. Dua, ada yang judul dan isinya beda. Tiga, ada berita betul, tapi sebenarnya adalah berita lama yang diblast ulang untuk tujuan jahat, mendiskreditkan orang,” ujar Harry.

Maka dari itu, menurut dia sudah sepantasnya para kaum milenial bisa saling mengingatkan diantara teman-teman mereka, agar tidak terjebak dengan suatu isu hoaks, apalagi sampai menjadi pelaku penyebarnya.

“Kita saling ingatkan karena kita punya hajatan besar. Setelah April kan kita ingin membangun bangsa,” imbuhnya.

Sementara itu Bendahara Umum GP Ansor DKI Jakarta, H. Amirullah mengatakan bahwa generasi milenial saat ini pasti sudah memiliki perangkat gadget atau smartphone-nya masing-masing. Karenanya dia mengingatkan bahwa smartphone harus diimbangi dengan smart-user dari pribadi masing-masing.

“Nanti setelah acara hari ini tolong diviralkan, diberitahu ke temannya yang lain yang tidak hadir disini. Agar semua tahu, bahwa kaum milenial seperti kalian ini anti hoaks. Jadi pergunakanlah ponsel kalian dengan sebaik-baiknya. Dengan bijak,” kata Amir.

Apalagi, lanjut dia, dunia politik di Indonesia kini tengah sedikit memanas menjelang pelaksanaan Pilpres pada 17 April 2019 mendatang. Jangan sampai hanya karena satu berita hoaks, bisa menimbulkan perpecahan bangsa dan negara.

“Jika kalian nanti menerima berita terindikasi hoaks, jangan langsung disebar, dipelajari dulu, kalau memang ada unsur hoaks, langsung hapus saja. Apalagi jika sampai berisi tentang ujaran kebencian, baik itu ujaran kebencian terkait agama maupun etnis,” ujarnya.

Editor: Risman Septian

Previous articleJelang Pilpres, Jokowi-Ma’ruf Dapat Dukungan dari Alumni Menteng 64
Next articleTurun Bersama Menangkan Jokowi, PDIP-Golkar akan Kalahkan Gerindra